Selasa, 25 September 2012

Ternyata Nyamuk Bisa Berfikir Ketika Menyerang Manusia








ReadNet 88 - Siapa
bilang nyamuk tak berotak dan bodoh? Sebuah penelitian mengungkap fakta
yang sangat mengejutkan di mana nyamuk bisa 'mempelajari' situasi dalam
memburu mangsanya, yakni manusia.

Dilansir oleh Yahoo, setelah
dua desa di pedalaman Afrika mulai menggunakan kelambu anti nyamuk untuk
memerangi malaria, nyamuk-nyamuk lokal di sana mulai mengubah pola
serangannya.

Studi ini dilakukan oleh para ilmuwan asal Prancis.
Mereka meneliti perilaku nyamuk sebelum dan setelah penggunaan kelambu
berbahan insektisida di dua desa tersebut.

Hasilnya, para nyamuk
mengubah jadwal serangan puncak mereka terhadap manusia. Jika
sebelumnya kebanyakan menyerang waktu dinihari, yakni sekitar pukul 2.00
hingga 3.00, maka kini mengubahnya menjadi jam 5.00. Tidak hanya itu,
jumlah nyamuk yang menyerang saat penduduk berada di luar rumah juga
meningkat tajam.

Dalam studi yang dimuat di Journal of
Infectious Diseases, gigitan di luar rumah awalnya hanya menyumbang
sekitar 45 persen dari seluruh gigitan nyamuk. Tapi setelah pemakaian
jaring, jumlah gigitan di luar rumah meningkat hingga menjadi 68 persen
dalam waktu satu tahun sebelum akhirnya turun menjadi 61 persen dalam
waktu tiga tahun.




Penggunaan kelambu/jaring anti nyamuk di sebut sangat efektif sebelum nyamuk mengubah pola serangannya.



“Temuan ini sangat mengkhawatirkan,
karena warga desa biasanya bangun sebelum fajar untuk bekerja di kebun
mereka, itu mebmbuat mereka tidak bisa dilindungi oleh kelambu,”  tulis
peneliti senior, Vincent Corbel dari Montpellier, Prancis.

Jaring
nyamuk dengan insektisida dianggap sebagai penyebab penurunan besar
pada kematian yang disebabkan penyakit malaria, dan berdasarkan laporan
dari Cochrane Collaboration, diperkirakan bahwa untuk setiap 1.000 anak
yang dilindungi oleh jaring insektisida, lima sampai enam nyawa akan
diselamatkan setiap tahunnya.

Sementara itu menurut World Health Organisation (WHO), malaria hingga kini telah membunuh lebih dari 650 ribu orang pertahun.

(ma/yahoo)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar