INILAH.COM, Jakarta -Studi baru menyebutkan bahwa minum kopi lebih dari tiga gelas perhari bisa berakibat buruk terhadap keindahan payudara. Benarkah?
Studi baru menyebutkan bahwa minum kopi lebih dari tiga gelas perhari bisa berakibat buruk terhadap keindahan payudara. Benarkah?
Dilansir Geniusbeauty, penelitian yang dipimpin Jernstrm Helena tersebut melibatkan 270 wanita muda yang punya kebiasaan minum kopi dengan teratur.
Studi ini sebenarnya dimaksudkan untuk meneliti hubungan minum kopi dengan pencegahan kanker. Dan, hasilnya, mengonsumsi kopi tiga kali sehari dapat menurunkan risiko kanker yang potensial, termasuk di antaranya kanker hati.
Karena pada penelitian terdahulu pernah ditemukan indikasi pengaruh minum kopi terhadap ukuran bra, maka studi tersebut dilanjutkan untuk mengamati seberapa jauh kopi bisa mengecilkan ukuran payudara.
Ternyata, hal tersebut benar adanya. Peneliti menemukan, konsumsi kopi lebih dari tiga cangkir sehari berpengaruh pada penyusutan ukuran payudara.
Mereka juga menyimpulkan jika kopi sudah pasti akan menurunkan ukuran payudara pada penikmat yang sudah kecanduan berlebihan.
Sementara, selain menyebabkan payudara mengkerut, banyak mengkonsumsi kopi juga bisa menyebabkan berbagai hal buruk lainnya pada payudara. Apa saja ?
Benjolan di payudara
Kafein bisa menyebabkan payudara fibrokistik, yaitu mengandung sel-sel yang mengumpulkan cairan dalam kista yang sering membuat benjolan atau gumpalan di payudara. Karakternya berupa benjolan bulat yang bergerak bebas si payudara.
Benjolan ini sering lembut ketika disentuh. Sifatnya bisa permanen atau sementara, namun yang pasti, gejalanya akan semakin buruk sebelum haid dan di awal kehamilan.
Payudara fibrokistik karena asupan kafein ini biasanya tidak meningkatkan risiko kanker payudara dan juga tergantung pada faktor usia dan hormon.
Sakit di payudara
Selain menyebabkan benjolan, kafein juga menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit pada payudara. Asupan kafein dapat memperparah rasa sakit bila Anda telah menderita payudara fibrokistik sebelumnya.
Menurut Georgetown University Department of Medicine, rasa sakit ini bisa datang terus menerus atau hanya kadang-kadang. [mor]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar