Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Oktober 2012

Anak Indonesia Raih Penghargaan Tertinggi Di Sekolah Bola MU Inggris




ReadNet 88 - Anak
Indonesia pertama dari pasangan perkawinan campur Jack Brown (11)
berhasil meraih penghargaan dan juara The World Final Skill Test 2012 MU
Soccer School, di sekolah bola yang diberikan kepada siswa terbaik
setiap akhir semester half time MU - Stoke match di Old Trafford,
Manchester, Inggris, akhir pekan. 





World
Final Skill Test MUSS 2012 diikuti sekitar 30 anak berumur antara 10
sampai 16 tahun dari 25 negara. Sebagian besar anak-anak yang mengikuti
World Final Skill Test adalah anggota tim nasional sepak bola dari
U14-U16 dari negara masing masing, ujar ibunda Jack, Indah Brown.


Pada
pertandingan keahlian itu diuji keterampilan dari empat macam yaitu
 short passing, loafting, dribbling, kick ups. "Alhamdulilah Jack
mendapat skor yang terbaik sehingga mengalahkan pemain terbaik tahun
sebelumnya Alex dari Inggris," ujar Indah Brown.


Menurut
Indah, yang membuatnya merasa terharu, saat Jack di wawancarai dan
mengatakan "I am Indonesian". Sehingga semua orang tepuk tangan. Bahkan
Sir Alex Ferguson waktu bersalaman dengan Jack dan berkata "Are you
Indonesian? Wow, that`s interesting."


Suatu
pengalaman yang tidak dapat dipercaya Jack bisa ikut dalam MUSS dan
bahkan menjadi juara the World Final Skill test MUSS untuk anak-anak
yang berusia antara 10 dan 16 tahun dari pemain terbaik dari seluruh
dunia. "Saya sangat bangga dengan keberhasilan Jack," ujar Indah.


Putra
pasangan Indah Brown dan Lance Brown yang sangat mengidolakan pemain
sepakbola Inggris Rooney bercita-cita ingin menjadi pemain bola
terkenal, "Jack idol is Rooney," ujar Indah.


Jack
lahir 2 Nov 2001 di Jakarta gemar bermain bola dan mulai berlatih sepak
bola sejak usia empat tahun saat bersalaman dengan Rooney matanya
langsung berkaca-kaca. "Mum, my heart was beating very hard when I
shaked Rooney`s hand," ujar Jack seperti yang dituturkan Indah Brown.


Sejak
usia balita Jack sudah berlatih sepakbola di klub dan di rumah hampir
setiap hari dengan sang kakak George yang juga pencinta sepak bola. Jack
mengikuti klub MU Soccer School (MUSS) Dubai pada tahun 2006 dan
langsung menjadi pemain terbaik MUSS Dubai. 






Pada tahun 2007 MUSS Dubai pindah ke Abu Dhabi dan mereka berdua latihan di Arsenal Dubai menjadi Team Development squad.

Menurut
Indah Brown, Setiap liburan musim panas Jack dan George selalu
mendaftar pada football summer camp baik itu di Inggris atau di
Indonesia. 


Pada
bulan Juli 2012 ini Jack dan George mendaftar di summer camp MUSS
Singapore yang latihannya diadakan di Senayan Jakarta dengan jumlah
peserta mencapai 250 anak yang berusia antara enam tahun sampai 16
tahun. 


Waktu
itu Jack juga berhasil memenangkan score tertinggi sebanyak 600 point
mengalahkan anak yang berusia 16 tahun dan kakaknya bersama enam
pemenang lainnya.


Sebanyak
enam pemenang yang akan ditandingkan lagi di Singapore, tapi karena
skor Jack sudah sangat bagus, dia bisa langsung bertanding di MUSS Old
Trafford Oct 2012.


Di
Dubai Jack terpilih sebanyak dua kali sebagai best player of the year
of Sony Tournament di Al Rasyid Elementary School, Nad Al Sheba 2010 dan
Dubai English Speaking School Tournament 2011. 


Selain
itu Jack juga terpilih sebagai the best midfielder 2012 pada IFA
Tournament dan bercita cita menjadi pemain MU dan masuk dalam tim
nasional Inggris, England National team.


antaranews



 


Jumat, 26 Oktober 2012

Klub Bola Ini Disponsori Oleh Para "Kupu-kupu Malam"




Presiden
Klub Voukefala, Giannis Batziolas, tidak sedang bercanda ketika
mengatakan klubnya akan menggandeng dua rumah bordil untuk menjadi
sponsor klubnya. Rapor kondisi keuangan yang merah membuat klub yang
bermarkas di Kota Larissa, Yunani, itu tak punya pilihan lain.


"Ketika saya mengumumkan bahwa sponsor kami adalah rumah bordil, para
pemain tak percaya. Mereka mengira ini sesuatu yang lucu," katanya.
"Tapi apa boleh buat, saya tak menemukan cara lain untuk membuat klub
ini bertahan."







Skuad Voukefala



Yunani, Negeri Para Dewa saat ini sedang
dilanda krisis moneter paraah. Defisit neraca berjalan negara itu selama
periode Januari-September 2012 mencapai 12,64 miliar euro atau sekitar
Rp 159 triliun. Untuk menutup utang, mereka bahkan siap melego istana
kerajaan, bandara, dan tempat tinggal para duta besar mereka di luar
negeri.

Kondisi perekonomian yang terus memburuk membuat banyak
perusahaan internasional hengkang, termasuk Coca-Cola. Hal ini
menyebabkan, angka pengangguran mencapai 25% yang merupakan rekor
terburuk sepanjang sejarah Yunani.







Papan sponsor di salah satu sudut markas Voukefala



Klub-klub sepak bola pun tak lepas dari imbas
tersebut. Dan, Voukefala, klub amatir yang hanya bermain di liga lokal,
kelimpungan mencari dana. Maka tanpa pikir panjang tawaran sponsor dari
Villa Erotica dan House Soula pun langsung diamini. Tidak peduli sponsor
tersebut berlatar belakang bisnis pelacuran.







Seorang suporter senior dengan bangga memamerkan kostum bersponsor House Soula



"Ketika kostum mulai dicetak, para pemain
berhenti tertawa," kata Giannis Batziolas. "Mereka kemudian menanyakan
berapa bonus yang akan mereka dapat dari hasil kerja sama ini."


Batziolas tak bersedia menyebutkan berapa jumlah uang yang didapat
klubnya dari Villa Erotica dan House Soula. Ia hanya mengatakan bahwa
kedua “perusahaan” itu mempunyai omzet tak kurang dari Rp 25 miliar.
Para pemain yang mengenakan kostum berlogo dua rumah bordil itu mendapat
Rp 12 juta.







Sesi perkenalan kostum baru yang melibatkan salah seorang pemain dan "pegawai" rumah bordil



Soula Alevridou, pemilik salah satu rumah
bordil tersebut, mengatakan dirinya mau mensponsori Voukefala karena ia
mencintai sepak bola. "Saya melakukannya karena saya mencintai permainan
ini," katanya. "Jika berdasarkan hitung-hitungan bisnis, ini sama
sekali tak menguntungkan."





Namun apakah benar menjadi sponsor klub sepakbola
tidak menguntungkan bagi bisnisnya? Bukankah sebagian besar penggemar
sepakbola adalah kaum laki-laki? Ini semua ujung-ujungnya tetaplah
hitungan bisnis. Sebab mana ada pengusaha yang mau rugi?


(Mirror, Reuters, Bola)