Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 September 2012

Inilah Presiden Termiskin Di Dunia





ReadNet 88 - Seorang
presiden umumnya hidup enak dan nikmat dengan berbagai fasilitas dan
kemudahan yang diberikan dan tentu saja gaji yang besar. Namun percaya
atau tidak, hal berbeda didapatkan oleh presiden yang satu ini. Dia
mendapat sebuah julukan dari rakyatnya sebagai 'presiden paling miskin
di dunia'.

Dialah Jose Mujica, presiden Uruguay dijuluki sebagai
“el presidente mas pobre” yang berarti presiden termiskin. Ini
disebabkan karena presiden yang berusia 77 tahun tersebut menyumbangkan
hampir seluruh gajinya sebagai orang nomer satu untuk rakyat.

Kepada
surat kabar Spanyol, El Mundo, Jose Mujica mengaku menerima gaji
sebesar USD 12.500. Namun ia hanya mengambil USD 1.250 dari gajinya.
Alhasil ia pun dianugerahi gelar lain sebagai presiden paling dermawan
di dunia.

“Saya baik-baik saja dengan jumlah (uang) itu, karena
di Uruguay banyak yang hidup dengan penghasilan yang penghasian yang
jauh lebih sedikit dari itu.” tuturnya merendah.

Seperti yang
dilansir oleh Yahoo, Jose Mujica juga mengajak istrinya yang merupakan
seorang senator untuk melakukan hal yang sama.





Langka! Presiden Jose Mujica bersedia mendonasikan 90 persen gajinya untuk rakyat.



Jose Mujica tinggal di rumah
pertanian di Montevideo. Selama dirinya menjadi presiden, pengeluaran
terbesar yang pernah ia keluarkan adalah pembelian sebuah mobil
Volkswagen Beetle, senilai USD 1.945.

Hal positif lain yang patut
diacungi jempol di masa kepemimpinan Mujica adalah tingkat korupsi yang
paling sedikit di antara negara di benua Amerika Selatan. Pria yang
merupakan mantan pejuang gerilya ini sama sekali tidak memiliki rekening
bank ataupun utang. Meski begitu ia mengaku memiliki satu hal berharga
yang tidak bisa dibeli oleh uang, yaitu anjingnya, Manuela.




Di bawah kepemimpinannya, Uruguay mendapat julukan sebagai negara dengan tingkat korupsi paling kecil.



Diketahui, Jose Mujica bukanlah
presiden pertama yang menyumbangkan gajinya. Presiden AS John F.
Kennedy, menyumbangkan gajinya, hal serupa juga dilakukan Presiden
Herbert Hoover.

Selayaknya hal ini patut di contoh bagi para
pemimpin di dalam negeri kita. Pemimpin yang benar-benar mengabdikan
diri dan kekayaannya untuk rakyat. Bukan hanya untuk kekuasaan dan
harta.

(ma/yahoo)


Senin, 17 September 2012

Kenapa Abraham Lincoln Berjenggot ?

ReadNet 88 - Siapa ikon presiden Amerika paling terkenal sepanjang sejarah? Abraham Lincoln pastinya. Presiden ke-16 ini patungnya ada di mana-mana. Dari Washington DC, hingga ke Manchester di Inggris serta museum lilin Madame Tussaud.







Sekarang pertanyaannya, mengapa Abraham Lincoln memelihara jenggot, atau tepatnya brewok? Di awal kampanye saat menjadi presiden, inilah foto sesungguhnya Abraham Lincoln:







Bagaimana rupanya, lebih parlente, necis, rapih, atau justru jadi culun?



Penampilannya berubah total berkat keberanian seorang wanita muda, Grace Bedell. Sejak usia sekolah, ia selalu berani mengemukakan pendapat dengan cara yang tulus, tanpa emosi atau berkesan lebih pintar. Berkali-kali ia adu argumen dengan guru di sekolah.





Grace Bedell



Pada suatu ketika, ia melihat foto brosur kampanye Abraham Lincoln dalam pemilihan Presiden Amerika. Ia memperhatikan gambar Lincoln yang berdiri di samping meja.



"Orang ini tinggi, tapi wajahnya... terlalu dalam!" gumam Grace.



Akhirnya Grace memberanikan diri menulis surat kepada Lincoln tentang opininya. Ia menjelaskan bahwa memelihara jenggot akan membuatnya terlihat lebih baik. Ia juga memastikan kalau penampilan Lincoln berubah, ia dan keempat kakak-adiknya pasti memberi suara untuknya.





Isi surat Grace



Beberapa bulan kemudian, akhirnya Abraham Lincoln terpilih menjadi Presiden Amerika. Bisa ditebak bagaimana tampangnya saat itu? Ya, ia memelihara jenggotnya mengikuti saran Grace.



Jenggot pada akhirnya menjadi karakter, atau citra yang membuat Abraham Lincoln lebih mudah dikenal, juga selalu diingat orang. Ini semua berkat Grace yang berani berpendapat.



Ya, kejujuran bisa menyakitkan. Tapi bila penyampaiannya tepat sasaran dan penuh keberanian, justru membawa ke arah yang lebih baik.