Tampilkan postingan dengan label Euro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Euro. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2012

Rahasia Spanyol Juara



boladia - Bukan hanya permainan indah nan cantik yang mampu mengantarkan Timnas Spanyol menjadi tim terbaik selama bertahun-tahun, tetapi juga kerendahan hati serta kekompakan mereka ketika berada di luar lapangan.
 
Salah satu punggawa La Furia Roja, Cesc Fabregas mengungkapkan bagaimana seluruh skuad Spanyol saling menghargai satu sama lain. Selain itu, saling percaya di antara para pemain juga terjalin dengan sendiri, terutama ketika tengah berada di lapangan.
 
“Saya rasa, yang paling penting dalam tim Spanyol saat ini adalah kelompok yang ada. Kami semua masih sangat muda, kami sangat bertanggung jawab, kami memiliki karakter, kami memiliki kedisiplinan. Tidak ada satu orang pun yang berusaha menjadi bintang, tidak ada satu orang pun yang datang terlambat saat kami makan siang ataupun melakukan pertemuan,” ungkap Fabregas dalam wawancaranya dengan RCTI, dalam kunjungannya ke Jakarta.
 
“Semua orang berusaha membantu satu sama lain. Ini adalah alasan utama kami dapat bermain dengan baik, karena kami percaya satu sama lain. Saat saya mengoper bola kepada seorang, dia percaya kepada saya, saat dia mengoper bola kepada saya, dia percaya kepada saya,” terangnya.
 
Fabregas juga menghargai bagaimana para pemain yang harus berada di bangku cadangan, bahkan tidak diturunkan selama turnamen berlangsung mampu tetap mendukung rekan-rekan mereka yang tengah berjuang di lapangan.
 
“Bagi pemain yang tidak terlalu banyak bermain, sebenarnya sangat sulit bagi mereka, tapi mereka selalu ada di sana untuk mendukung kami. Semua ini membuat kami bukan hanya sekadar sebuah tim, tapi lebih dari itu, kami adalah teman, kami adalah keluarga,” bebernya.
 
“Kami pergi liburan bersama, kami melakukan berbagai hal bersama-sama. Saya rasa persahabatan ini sangat membantu untuk tampil lebih baik,” pungkas pemain Barcelona ini.

Sumber | okezone

Selasa, 03 Juli 2012

Juara Euro, Spanyol Raup Rp 273 Miliar

Boladia - Spanyol benar-benar bergelimang kesuksesan di Euro 2012. Selain menorehkan tinta emas sebagai tim pertama yang mampu meraih tiga gelar bergengsi secara beruntun, La Furia Roja juga mendapat guyuran uang segar sebagai hadiah kesuksesannya menjadi jawara Eropa. 

Spanyol mendapat hadiah uang total sebesar 23 juta euro, atau setara dengan Rp 273 miliar. Sementara Italia sebagai runner-up Euro 2012 kali ini meraup fulus 19,5 juta euro (Rp 231 miliar). Asosiasi Sepak Bola Uni Eropa (UEFA) total menyediakan uang sebanyak 196 juta euro (Rp 2,3 triliun) untuk dibagikan kepada 16 peserta Euro 2012.

Jumlah itu meningkat dari kompetisi sebelumnya yang "‘hanya" 184 juta euro (Rp 2,1 triliun). Setiap tim yang tampil di Polandia-Ukraina sudah memegang uang sebesear delapan juta euro (Rp 95 miliar). Berikutnya setiap tim akan mendapatkan uang tambahan, tergantung dari penampilan mereka di turnamen sepak bola terbesar di Eropa ini.

 Hasil imbang di fase grup mendapat 0,5 juta euro (Rp 5,9 miliar). Jika menang, satu juta euro (Rp 11,8 miliar) bakal digenggam. Lolos ke perempat final, setiap tim akan mendapat dua juta euro (Rp 23,7 miliar). Tim yang gagal lolos dari fase grup, tapi menempati peringkat ketiga masih bisa memegang uang tambahan sebesar 1 juta euro (Rp 11,8 miliar).

 Masing-masing tim bakal mendapatkan tambahan 3 juta euro (Rp 35,6 miliar) lagi jika lolos ke semifinal. Tim juara akan mendapatkan tujuh juta euro (Rp 83 miliar), sementara runner-up 4,5 juta euro (Rp 53,4 miliar).

Distribusi hadiah uang Euro 2012:
 23 juta euro (Rp 273 miliar) — Spanyol
19.5 juta euro (Rp 231 miliar) — Italia
16 juta euro (Rp 189 miliar) — Jerman
15 juta euro (Rp 177 miliar) — Portugal
12.5 juta euro (Rp 148 miliar) — Inggris
12 juta euro (Rp 142 miliar) — Republik Cek
11.5 juta euro (Rp 136 miliar) — Yunani, Prancis 
10.5 juta euro (Rp 124 miliar) — Rusia, Kroasia 
10 juta euro (Rp 118 miliar) — Denmark, Ukraina 
9 juta euro (Rp 106 miliar) — Polandia, Swedia
8 juta euro (Rp 94 miliar) — Belanda, Irlandia
Sumber | Yahooo Indonesia

Senin, 02 Juli 2012

5 Pemain Bintang Yang Terpuruk Di Piala Eropa


Akhirnya selesai sudah Piala Eropa 2012 yang digelar di Polandia dan Ukraina. Selain memunculkan bintang baru, turnamen kali ini juga mencatatkan pemain bintang yang gagal bersinar. Berikut pemain-pemain yang mendapatkan penilaian paling buruk.
Trofi Henri Delaunay akhirnya jatuh ke tangan Spanyol usai menggasak Italia 4-0 pada partai final di Kiev, Minggu, 1 Juli 2012 atau Senin dini hari WIB.
Di puncak daftar Castrol Index pemain yang dikeluarkan UEFA, Sergio Ramos yang turut membawa Spanyol juara berada di posisi teratas dengan poin 9.68. Pemain Real Madrid itu menggeser rekannya Cristiano Ronaldo ke peringkat dua, dengan perbedaan 0.07 poin saja.
Namun yang patut jadi perhatian adalah pemain-pemain bernama besar yang gagal menunjukan kualitas sebenarnya di turnamen kali ini. Ini dia 5 pemain bintang dengan indeks statistik terburuk.
1. Mario Goetze (Jerman/Borussia Dortmund) 3.94 poin
Bintang muda yang digadang-gadang akan menjadi andalan baru Jerman di Polandia-Ukraina ternyata tidak mendapatkan panggung yang ditunggunya.
Goetze hanya dipercaya Joachim Loew selama 10 menit pada perempat-final melawan Yunani, itulah satu-satunya kesempatan yang ia dapat.
2. Jermaine Defoe (Inggris/Tottenham Hotspur) 3.94 poin
Penyerang berusia 29 tahun ini mengalami berbagai masalah jelang turnamen di mulai. Setelah sempat terancam tidak lolos seleksi, Defoe juga harus kehilangan sang ayah hanya beberapa hari sebelum kick-off.
Diberikan kepercayaan selama 13 menit saat melawan Prancis di penyisihan Grup D, pemain Spurs itu gagal tampil maksimal. Roy Hodgson pun hanya memarkirnya pada laga-laga berikut. Nampaknya kehilangan sang ayah masih mengganggu pikirannya.
3. Dirk Kuyt (Belanda/Liverpool) 3.94 poin
Terbuang di Liverpool, terbuang di Belanda. Itu nampaknya jadi nasib Kuyt musim ini. Dikabarkan hengkang ke Fenerbache karena jarang tampil di ‘The Reds’, kondisi ternyata tidak membaik di level timnas.
Pemain berusia 31 tahun itu hanya tampil selama 12 menit pada dua laga saja. ‘Der Oranje’ pun menuai prestasi tidak kalah mengecewakan setelah harus gagal lolos fase grup meski difavoritkan muncul sebagai juara.
4. Wojciech Szczesny (Polandia/Arsenal) 4.04 poin
Kiper andalan salah satu tuan rumah ini gagal menunjukan aksinya seperti selama di Premier League. Szczesny bahkan harus dihadiahi kartu merah pada laga perdana melawan Yunani saat menjegal lawan di kotak penalti, beruntung kiper pengganti Przemys?aw Tyton bisa menggagalkan usaha itu untuk memberikan Polandia sebiji poin.
Setelah menjalani satu laga hukuman, Szczesny tidak lantas diberikan kepercayaan oleh pelatih Franciszek Smuda. Pada laga hidup mati melawan Repulik Ceko, pemain berusia 22 tahun itu hanya jadi pemanas bangku cadangan. Polandia kalah 0-1 dan gagal menembus delapan besar.
5. Hatem Ben Arfa (Prancis/Newcastle) 4.65 poin
Menjalani musim yang cukup memuaskan bersama Newcastle, Ben Arfa tampil kurang maksimal saat membela ‘Les Bleus’.
Setelah diberikan lima menit pada laga awal melawan Inggris, pemain keturunan Tunisia diberikan kepercayaan 59 menit saat melawan Swedia di partai terakhir Grup D namun tidak bisa menghindarkan Prancis dari kekalahan 0-2.
Bahkan Ben Arfa kabarnya sempat menyebabkan ketegangan di ruang ganti karena terlibat argumen hebat dengan pelatih Laurent Blanc. Prancis sendiri terhenti di babak perempat-final karena takluk di tangan Spanyol.

Inilah Pemain Dan Tim Terbaik Euro 2012


UEFA telah mengumumkan 23 nama pemain yang mengisi skuad terbaik pilihan UEFA. Sebanyak 10 pemain dari juara Piala Eropa kali ini terpilih masuk skuad terbaik versi Federasi Sepak Bola Eropa itu.
Posisi kiper masih diisi nama-nama kiper tim semifinalis, yaitu Gianluigi Buffon (Italia), Iker Casillas (Spanyol), Manuel Neuer (Jerman). Ketiganya memang digadang-gadang sebagai kiper terbaik dalam turnamen kali ini meski Buffon sempat kebobolan empat gol sekaligus pada partai final melawan Tim Matador.
Kejutan muncul di lini tengah pilihan UEFA. Pada posisi itu, UEFA masih menunjuk masuk nama kapten timnas Inggris, Steven Gerrard. Gerrard menjadi satu-satunya pemain yang berasal dari tim yang tersingkir di perempat final.
Sementara, Andres Iniesta terpilih sebagai pemain terbaik dalam Euro 2012. (JoPauline)
Kiper:  Buffon, Casillas, Neuer 
Bek:  Pique, Coentrao, Lahm, Pepe, Ramos, Alba 
TengahDe Rossi, Gerrard, Xavi, Iniesta, Khedira, Busquets, Ozil, Pirlo, Alonso
Depan:  Balotelli, Fabregas, Ronaldo, Ibrahimovic, Silva

Inilah Statistik Euro 2012


Gelaran Euro 2012 berakhir sudah dengan ditandai kemenangan Spanyol atas Italia dengan skor 4-0 di partai final dini hari tadi. Berakhirnya turnamen empat tahunan tersebut tentu juga menyisakan data statistik yang menarik untuk kita ketahui.
Gelandang Spanyol, Xavi Hernandez, keluar sebagai pemain yang paling sering memberi umpan selama Euro 2012 ini dengan total 620 umpan. Dari jumlah itu, 531 diantaranya tepat sasaran atau persentase keberhasilannya mencapai 86%!
Statistik yang dimiliki Xavi tersebut hanya sedikit dari banyak statistik yang terjadi selama Piala Eropa 2012. Berikut ini Sidomi beberkan beberapa data statistik selama berlangsungnya Piala Eropa 2012 yang dilansir dari situs resmi UEFA:
Statistik negara peserta:
  • Tersubur: Spanyol (12 gol)
  • Paling sering dibobol: Irlandia (9 gol)
  • Terbanyak tembakan tepat ke gawang: Italia (61 kali)
  • Terbanyak tembakan melenceng: Belanda (35 kali)
  • Terbanyak umpan: Spanyol (4893 kali, 3915 sukses)
  • Ball Possession: Spanyol (rata-rata 59% per laga)
  • Terbanyak sepak pojok: Portugal (41 kali)
  • Terbanyak pelanggaran: Kroasia (61 kali)
  • Terbanyak dilanggar: Spanyol (102 kali)
  • Terbanyak kartu kuning: Italia (16 kartu kuning)
  • Terbanyak kartu merah: Polandia, Yunani, Irlandia (1 kartu merah)
Statistik pemain:
  • Top skor: Fernando Torres, Alan Dzagoev, Mario Mandzukic, Mario Gomez, Mario Balotelli, Cristiano Ronaldo (3 gol)
  • Top assists: Andrey Arshavin, Steven Gerrard, David Silva, Mesut Ozil (3 assists)
  • Terbanyak umpan: Xavi Hernandez (620 umpan, 531 sukses)
  • Terbanyak tembakan tepat ke gawang: Cristiano Ronaldo (15 kali)
  • Terbanyak tembakan melenceng: Cristiano Ronaldo (20 kali)
  • Tersering off-sides: Fernando Torres, Antonio Di Natale, Robbie Keane, Dimitris Salpingidis (6 kali)
  • Terbanyak pelanggaran: Mario Balotelli (17 kali)
  • Terbanyak dilanggar: Alvaro Arbeloa (20 kali)
  • Terbanyak kartu kuning: Sokratis Papastathopoulos, Keith Andrews (3 kartu kuning)
  • Terbanyak kartu merah: Wojciech Szczesny, Sokratis Papastahopoulos, Keith Andrews (1 kartu merah)

Minggu, 01 Juli 2012

Fernando Torres Jadi Topskor Euro 2012


Striker Spanyol Fernando Torresmenjadi topskor di ajang Euro 2012 dengan lesakan tiga golnya.

Torres juga menyumbang satu gol dan satu assist saat Spanyol memastikan diri menjadi juara usai menggasak Italia 4-0 di partai final di Stadion NSK Olimpijs'kyj, Kiev, Senin (2/7) dinihari WIB.

La Furia Roja mencatatkan sejarah sebagai tim pertama di dunia yang mampu meraih tiga gelar berturut-turut di turnamen besar. Mereka juga menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Eropa.

David Silva dan Jordi Alba membawa tim Matador unggul di babak pertama. Torres, yang baru masuk saat laga menyisakan 15 menit lagi, mencetak gol ketiga, tepatnya pada menit ke-84. Ia pun memberi assist kepada rekannya di Chelsea yang juga baru masuk, Juan Mata, empat menit berselang.

Dua gol Torres lainnya dicetak saat Spanyol menang atas Republik Irlandia di putaran grup.

Torres menyamai catatan striker Jerman Mario Gomez dengan tiga gol dan satu assist. Namun, El Nino lebih berhak untuk meraih Sepatu Emas karena catatan itu dilalui hanya dalam waktu 189 menit, unggul dari rivalnya, 282 menit.

Torres juga menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol di dua final Kejuaraan Eropa yang berbeda. Ia mencetak gol tunggal kemenangan Spanyol atas Jerman di final Euro 2008.

Sumber | goal

Spanyol Kampiun 2012, Sampai Jumpa di Perancis 2016


Drama putaran final Euro 2012 selesai sudah dengan memanggungkan Italia kontra Spanyol, dinihari tadi. Beragam kisah, suka cita, sedih, persahabatan dan penghormatan, menjadi bagian yang tak mungkin terlupakan bagi siapapun. Tidak hanya yang datang langsung ke negara Eropa Tengah tersebut, melainkan juga penggia bola sejagad raya.
Selepas hari berganti, Senin (2/7/2012) waktu Ukraina, semua pecinta si kulit bundar berharap suguhan spektakuler akan kembali tersaji empat tahun ke depan. Yup, panitia penyelenggara France 2016 harus bekerja lebih keras agar tontonan lebih menarik bisa tersaji.
Pihak Perancis 2016 sendiri optimis, penyelenggaraan di negeri mode tersebut bakal menghadirkan sensasi lain. Tidak hanya dari sisi negara yang terkenal dengan kecantikan geografis, melainkan juga atraksi para jagoan lapangan hijau. Para penonton akan disuguhi pola baru yang tergolong revolusionerl, yakni jumlah partisipan yang melonjak menjadi 24 negara di putaran final.
Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) mengubah format pertandingan putaran final Piala Eropa. Keberadaan sistem baru tersebut, secara otomatis semakin banyak pertandingan yang bakal digelar dan waktu pelaksanaan juga semakin lama. Format ini akan menghasilkan total 51-52 laga, dengan lama hari pertandingan, 29-31 hari dari sebelumnya 21 hari.
Nantinya, 24 kontestan putaran final, akan di bagi dalam enam grup dengan masing-masing diisi empat tim. Juara grup, runner-up, dan empat tim peringkat tiga terbaik akan lolos ke babak knock-out. Sistem ini pernah diterapkan di Piala Dunia dari 1986 sampai 1994.
Babak knock out, tidak langsung masuk perempat final seperti sekarang, tapi turun menjadi perdelapan final atau diikuti 16 tim. Setelah itu, kontestan terus mengerucut pada babak perempat final, semifinal, dan final.
"Dengan format baru ini, negara-negara dengan peringkat FIFA lebih rendah, bakal memiliki peluang besar melaju ke putaran final. Ini untuk mewujudkan keinginan kami bahwa Piala Eropa juga milik tim-tim yang selama ini kurang mendapat tempat," kata Presiden UEFA, Michel Platini.
Saat ini, di benua Eropa terdapat 52 negara yang terdaftar sebagai anggota. Mereka akan bersaing mempereputkan 23 tiket putaran final. Sedangkan satu tiket telah dikantongi Perancis sebagai tuan rumah.
Adapun jadwal undian tim-tim penyisihan di babak penyisihan, baru akan digelar setelah berakhirnya kualifikasi Piala Dunia FIFA 2014. Yang pasti, Rusia akan diberi pengurangan enam poin di kualifikasi karena skorsing akibat kekerasan fans di Polandia selama Euro 2012.
UEFA belum mengkonfirmasi format untuk kualifikasi, termasuk jumlah grup kualifikasi. Tapi Sekjen UEFA, Gianni Infantino, pada Maret 2012 lalu meminta UEFA untuk meninjau jumlah peserta yang berubah menjadi 24 tim.
Menurut Infantino, Piala Eropa 2016 bakal tidak ideal, karena akan terasa semakin membosankan disebabkan tim-tim peringkat ketiga tetap diijinkan lolos ke fase knock out. Selain itu, ia mengklaim bakal sulit menghindari kolusi antartim agar keduanya lolos dan mengorbankan tim lain dalam grup.

Inilah Daftar Rekor Baru yang Dicetak Spanyol


Spanyol berhasil mempertahankan gelar juara Piala Eropa. Pada laga final Euro 2012, El Matador menang empat gol tanpa balas berkat gol David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Mata.
Sejumlah rekor dibuat Spanyol pada laga tersebut. Salah satunya adalah sebagai tim pertama yang bisa mencetak empat gol pada laga final Piala Eropa.
Dengan kemenangan di Euro 2012, La Furia Roja menjadi tim Eropa pertama yang berhasil merebut tiga gelar kompetisi antarnegara secara beruntun. Dimulai dari Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012. Spanyol juga menjadi negara kedua setelah Jerman yang bisa merebut tiga trofi Piala Eropa.
Vicente del Bosque juga membuat rekor pribadi. Dia menjadi pelatih kedua yang bisa menyandingkan gelar Piala Dunia dan Piala Eropa setelah Helmut Schon melakukannya bersama Jerman Barat pada 1970-an.
Iker Casillas pun membuat catatan apik. Laga melawan Italia adalah kemenangan ke-100 dia berseragam timnas. Dia menjadi pemain internasional yang paling banyak mempersembahkan kemenangan bagi negaranya. Kapten Spanyol itu pun menyamai catatan Edwin van der Sar yang berhasil mencatat 9 laga tanpa kebobolan di Piala Eropa.
Dengan demikian, Spanyol mencatat rekor kebobolan terminim dalam satu turnamen. Hanya satu gol yakni kala melawan Italia. Jumlah satu gol itu yang terminim di antara pemenang Piala Eropa sejak mengenal sistem home single tournament pada 1980.
Berkat gol di final Euro 2012, Fernando Torres menjadi pemain Spanyol terbanyak yang bisa mencetak gol di Piala Eropa. Total lima gol. Eloknya lagi, dua di antaranya terjadi pada partai puncak.
Tak ketinggalan, Juan Mata membuat rekor personal. Dia menjadi pemain pengganti tercepat yang bisa mencetak gol di Euro 2012. Hanya satu menit 14 detik.
Sumber | Kompas.com

Hasil Pertandingan Spanyol vs Italia

Spanyol menumbangkan Italia 4-0 di final Euro 2012 dan mencetak sejarah baru dalam dunia sepakbola.

Para penikmat sepakbola mengharapkan sebuah perang, tapi yang mereka dapatkan adalah pembantaian.

La Furia Roja menjadi tim pertama dalam sejarah yang berhasil memenangi tiga turnamen besar secara beruntun, yaitu Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012, juga tim pertama yang sukses mempertahankan trofi Henri Delaunay. Selain itu, mereka juga menang dengan margin gol terbesar sepanjang sejarah final Piala Eropa.

Tepat tiga pekan setelah mengawali perjalanan mereka di Polandia-Ukraina dengan hasil imbang 1-1 di Gdansk, sang juara bertahan Spanyol dan Gli Azzurri Italia bersua kembali di arena serta babak yang berbeda, Selasa (02/7).

Jika waktu itu Spanyol dan Italia bentrok di partai pembukaan Grup C, kali ini mereka berduel di Olympic Stadium, Kiev, untuk menjadi yang terbaik di partai penutup turnamen.

Banyak orang menilai duel Spanyol kontra Italia di fase grup sebagai final kepagian, karena para pemain kelas dunia dari kedua tim waktu itu menampilkan pertahanan, taktik, skill, kreativitas, hingga serangan terbaiknya.

Well, roda nasib benar-benar misterius dan tak bisa dibantah. Final kepagian itu kini benar-benar berubah menjadi the real final.

Sama dengan laga pertama di Gdansk, laga di Kiev ini kembali menyuguhkan duel dua kiper nomor wahid, Iker Casillas vs Gianluigi Buffon, dua pass master sekaligus playmaker terbaik dunia, Xavi vs Andrea Pirlo, serta para bek tangguh, gelandang brilian dan forward tajam yang menghuni kedua tim.

Untuk laga perebutan mahkota raja Eropa ini, pelatih Spanyol Vicente del Bosque memasang Fabregas sebagai false 9 dengan diapit oleh David Silva dan Iniesta, komposisi yang sama seperti ketika mereka menghadapi Italia pada 10 Juni lalu.

Del Bosque kembali mengandalkan Xavi, yang memiliki rasio operan tepat sasaran 93% di turnamen ini, sebagai sosok sentral dalam ball possession football milik Spanyol.

Sementara itu, di kubu Italia, pelatih Cesare Prandelli mengusung skemadiamond midfield, yang terbukti efektif kala menyingkirkan Inggris dan Jerman.

Satu-satunya perubahan dari ketika mengalahkan Jerman 2-1 di semifinal adalah kembalinya Abate ke pos bek kanan untuk melengkapi formasifour-man defence Italia.

Andrea Pirlo, dengan rasio operan tepat sasaran 88%, dipercaya oleh Prandelli untuk mengatur tempo dan menjadi otak permainan Italia. Balotelli, yang sejauh ini mencatatkan shot on target (10) terbanyak di Euro 2012, mengisi lini depan Azzurri bersama Cassano.

Aroma sengitnya sebuah duel final langsung terasa begitu wasit Pedro Proenca asal Portugal meniupkan peluit tanda kick-off.

Italia sedikit lebih unggul dalam hal penguasaan bola di babak pertama (52% - 48%), tapi justru Spanyol yang berhasil memimpin dua gol hingga turun minum.

Gol pertama diciptakan oleh Silva memanfaatkan akselerasi dan umpan tarik Fabregas, sedangkan gol kedua ke gawang Buffon dicetak oleh Jordi Alba setelah mendapatkan through pass sempurna dari Xavi.

Italia bukannya tanpa peluang. Setidaknya, dua kali Cassano mengancam Spanyol dengan tendangan kerasnya, tapi semua usahanya masih terbentur dinding tebal bernama Casillas.

Italia berulang kali melepaskan bola-bola panjang ke lini depan. Itu memang salah satu senjata utama mereka. Azzurri adalah tim dengan percobaan bola panjang terbanyak (277) di Euro 2012. Andrea Pirlo (63) dan De Rossi (56) merupakan yang terdepan dari semua gelandang yang bermain di Polandia-Ukraina.

Cederanya bek sentral Giorgio Chiellini pada menit 21 rupanya sangat berpengaruh terhadap kesolidan lini pertahanan Italia.

Babak kedua diawali Italia dengan sebuah pergantian. Cassano, yang sepanjang babak pertama gagal memberikan kontribusi maksimal, menyerahkan tempatnya kepada Antonio Di Natale.

Masuknya Di Natale cukup memberikan angin segar bagi Azzurri. Dia langsung mendapatkan dua kesempatan untuk mencetak gol, tapi upayanya masih melayang di atas mistar dan dihentikan oleh Casillas.

Kesialan Italia bertambah pada menit 61 ketika Thiago Motta mengalami cedera, padahal dia baru empat menit masuk menggantikan Montolivo. Parahnya, Motta adalah final substitute Italia di laga ini. Azzurri pun bermain dengan sepuluh orang, padahal pertandingan masih tersisa 30 menit dan mereka tertinggal dua gol.

Dari situlah, laga yang semula berjalan seimbang kemudian berubah menjadi sangat berat sebelah.

Unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Spanyol. Mereka mendominasi permainan, mengurung lini pertahanan Italia, dan memaksa Buffon bekerja keras lewat sejumlah serangan serta tembakan ke arah gawang.

Handicap ini sungguh membuat Italia keteteran dan Spanyol berada di atas angin. Xavi pun makin leluasa dan merajalela di lapangan tengah, area kekuasaannya.

Pada menit 75, Spanyol menarik keluar sang false nine Fabregas dan memasukkan the real nineFernando Torres. Sembilan menit di atas lapangan, Torres mencetak gol ketiga Spanyol. Itu membuatnya jadi pemain pertama yang mencetak gol di dua final Piala Eropa secara beruntun. Tak cukup sampai di situ, empat menit berselang, dia mengirimassist untuk gol keempat timnya lewat sepakan Juan Mata.

Skor 4-0 untuk Spanyol bertahan hingga peluit panjang dan La Furia Rojapun sukses menuntaskan misinya untuk menulis ulang buku sejarah.

Ini juga menandai kemenangan kompetitif pertama Spanyol atas Italia setelah nyaris selama seabad. Kemenangan pertama, terakhir dan satu-satunya atas Italia di turnamen resmi sebelum ini diraih oleh Spanyol pada Olimpiade 1920. Di perempat final Euro 2008, Spanyol memang mengalahkan Italia, tapi itu didapat lewat adu penalti setelah bermain imbang di waktu normal dan extra-time.

Casillas memecahkan rekor Dino Zoff, 494 menit tanpa kebobolan di Piala Eropa. Kiper dan kapten Spanyol itu kini 510 menit tanpa kebobolan sejak terakhir kali Di Natale merobek gawangnya di fase grup.

Satu lagi, Del Bosque kini menjadi pelatih kedua dalam sejarah yang sukses mengawinkan trofi Piala Dunia dan Piala Eropa.

Torres dan Balotelli finis sebagai joint top scorer bersama Mario Mandzukic (Kroasia), Mario Gomez (Jerman), Cristiano Ronaldo (Portugal), dan Alan Dzagoev (Rusia) dengan koleksi tiga gol.

Statistik Spanyol - Italia
Penguasaan bola: 52% - 48%
Shot (on goal): 14 (6) - 11 (4)
Corner: 3 - 3
Pelanggaran: 17 - 10
Offside: 3 - 3
Kartu kuning: 1 - 1
Kartu merah: 0 - 0
Penyelamatan: 4 - 2

Susunan pemain Spanyol (4-3-3): Casillas (c); Arbeloa, Pique, Ramos, Alba; Busquets, Xavi, Xabi Alonso; Silva (Pedro 58'), Fabregas (Torres 75'), Iniesta (Mata 87').
Cadangan: Valdes, Reina, Albiol, Martinez, Juanfran, Cazorla, Navas, Rodriguez, Torres, Negredo, Mata, Llorente.

Susunan pemain Italia (4-3-1-2): Buffon (c); Abate, Barzagli, Bonucci, Chiellini (Balzaretti 21'); Marchisio, Pirlo, De Rossi; Montolivo (Motta 55'); Balotelli, Cassano (Di Natale 46').
Cadangan: Sirigu, De Sanctis, Maggio, Ogbonna, Balzaretti, Motta, Giaccherini, Diamanti, Nocerino, Di Natale, Borini, Giovinco.

Pencetak gol:
1-0 (14') Silva
2-0 (41') Alba
3-0 (83') Torres
4-0 (88') Mata

Kartu kuning: Pique (25'), Barzagli (45').

Sebanyak 31 pertandingan sudah dilalui, 76 gol telah tercipta, Spanyol dipastikan berdiri di puncak Eropa, dan tirai megah Euro 2012 pun kini resmi diturunkan.

Sampai bertemu empat tahun lagi di Euro 2016 Prancis. 
Sumber | bola.net

Skore Update Final Euro





Live TV : RCTI 
Hari: Senin, 02 July 2012 
Pukul: 01.45 WIB 
Kompetisi: EURO 2012 
Pekan: FINAL 2012 
Stadion: Olimpiyskyi, Kyiv



Spanyol:Casillas,Arbeloa,Piqué,Ramos, Jordi Alba,Busquets,Xavi,Xabi Alonso,David 
Silva,Fabregas,Iniesta
I
talia: Buffon,Abate,Barzagli,Bonucci,Chiellini,Marchisio,Pirlo,De Rossi,Montolivo,Balotelli,Cassano

Vicente del Bosque dan Cesare Prandelli percaya bahwa permainan menyerang akan menjadi andalan mereka dan akan menyuguhkan pertandingan yang mendebarkan di Kiev pada final Euro 2012. Kedua pelatih ini berjanji akan memberikan momen yang tak terlupakan di Polandia dan Ukraina.
Spanyol dan Italia telah memperlihatkan sebagai dua negara yang memberikan penampilan paling impresif di turnamen akbar Eropa 2012. Tepat tiga minggu setelah mereka harus berbagi angka di babak penyisihan grup C, kali ini mereka harus bertempur kembali di partai final.

Laga ini merupakan pertemuan ketiga mereka dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan dan Spanyol tengah mencoba peruntungan mereka untuk meraih kemenangan tiga kali berturut di ajang internasional sedangkan Italia mengejar mahkota Euro kedua.

"Kami telah bekerja sangat keras selama bertahun-tahun dan menginginkan sebuah kemenangan untuk membayar itu semua," kata Del Bosque.

Spanyol memang belum pernah mengalahkan Italia di sepuluh pertemuan terkahir di pertandingan kompetitif.

"Kami memang tidak bisa melupakan sejarah, Italia telah memenangkan Piala Dunia sebanyak empat kali dan kami memenangkan Euro empat tahun lalu. Kami berada di grup yang sama, memenangkan adu penalti, dan memiliki gaya bermain yang hampir mirip sehingga tidak ada perbedaan besar antara Spanyol dan Italia," lanjut Del Bosque.

Sementara Prandelli yakin kekuatan Italia berada pada lini depan mereka dan akan mengupayakan memainkan sepak bola menyerang seperti laga terdahulu.

"Kami berharap memberikan perlawanan bagi mereka. Kekuatan Spanyol akan membawa mereka untuk kembali meraih trofi Euro dan kami harus mampu merebut momen itu menjadi miliki Italia. Kami tidak berharap memimpin pertandingan mulai menit awal tetapi kami tahu dapat bermain sepak bola dengan gaya sendiri," kata Prandelli.

Gaya permainan terbuka Italia telah menghasilkan kemenangan yang mengesankan saat laga melawan Inggris dan Jerman.

"Bahkan mulai babak kualifikasi kami telah mengerahkan kemampuan pemain kami. Kami telah mempertaruhkan segalanya tetapi kami harus melanjutkan pertarungan ini dengan gaya permainan yang sama karena hal itu akan membuahkan hasil positif," lanjut Prandelli dilansir UEFA.com.
Apa yang dilakukan Prandelli dengan skuadnya memang telah memaksa Del Bosque akhirnya untuk memuji skema permainan yang dijalankan Italia.

"Italia telah berubah, mereka memulainya dengan melawan kami dan setelah itu terus meningkatkan permainan mereka. Ada perubahan besar di sepak bola Italia dalam beberpa tahun terakhir. Tim mana pun yang bermain seperti Italia, maka mereka pantas berada di final," puji Del Bosque.

Hasil imbang dengan Azzurri di partai pertama Spanyol memang telah menyudahi rekor 14 kemenangan secara beruntun, selain rekor 19 laga tak terkalahkan dan belum kobobolan sejak gol Anotnio Di Natale ke gawang Iker Casillas. Catatan baik Spanyol harus memaksa Prandelli berpikir keras akan taktik yang harus dijalankan Italia.

"Saya berharap akan menghadapi Spanyol sebagai tim yang biasa. Mereka kebobolan paling sedikit dalam turnamen ini dan mampu menciptakan gol walaupun bermain tanpa striker," kata Prandelli.

Prandelli menolak mengatakan jika keberadaan Spanyol di final Euro 2012 adalah hal yang membosankan. Pelatih berusia 53 tahun ini menganggap pertemuannya dengan La Furia Roja sebagai tantangan.

"Selama beberapa tahun terakhir Spanyol selalu muncul menjadi yang utama. Mereka telah menunjukkan sebagai tim terbaik dunia yang memainkan sepak bola dengan cara mereka sendiri. Saya selalu mengatakan kepada skuad bahwa mereka adalah tim yang patut dikalahkan," kata Prandelli yang memiliki kesempatan memupus rentetan juara Spanyol.
Fakta Pertandingan
Spanyol
- Jika Spanyol juara, Del Bosque akan menjadi pelatih kedua yang memenangi Piala Dunia dan Euro setelah Helmut Schoen, pelatih Jerman Barat yang memenangkan Euro 1972 dan Piala Dunia 1974.

- Jika Fernando Torres mampu mencetak gol di partai final, maka dia menjadi pemain pertama yang menjebol gawang pada dua final Euro.

- Iker Casillas, Andrés Iniesta, Xavi Hernández, Torres, Cesc Fabregas, Santi Cazorla, Xabi Alonso, Sergio Ramos dan David Silva pemain yang juga memenangi Euro 2008.

- Spanyol mencatatkan 19 pertandingan kompetitif tanpa kekalahan sejak kalah dari Swiss 1-0 pada 16/06/2010 di Piala Dunia.

- Iker Casillas mencatat rekor 419 menit tidak kebobolan, sebelum Antonio Di Natale menceploskan gol di putaran grup Euro 2012.

- Cesc Fabregas menjadi pemain pengganti sebanyak tujuh kali saat melawan Portugal, menyamai rekor Aron Winter dan Cazorla dari Belanda.

- Skuad Del Bosque telah membuat 3.417 passing sempurna di Euro 2012.

Kabar cedera
-Carles Puyol (lutut) dan David Villa (patah kaki).
Italia
- Italia hanya mampu dua kali menang dari delapan pertandingan terakhir. Enam laga tanpa kemenangan sebelum berhasil mengalahkan Rep. Irlandia di putaran grup.

- Pelatih Cesare Prandelli belum menerima kekalahan di pertandingan kompetitif bersama Italia. Dia mencatatkan sepuluh kemenangan dan lima kali seri. Pertandingan kontra Inggris dianggap seri.

- Cristian Maggio mendapatkan larangan bermain saat laga kontra Jerman.

- Mario Balotelli menjadi satu-satunya pemain Italia yang mampu mencetak dua gol di pertandingan semifinal Euro, setelah Pierluigi Casiraghi saat melawan Rusia pada 1996. Dia juga pemain Italia pertama yang mengoleksi tiga gol di turnamen Euro selain Antonio Cassano.

- Andrea Pirlo membuat 146 umpan melawan Inggris.

Kabar cedera

- Giorgio Chiellini cedera hamstring saat melawan Rep. Irlandia.

- Daniele De Rossi berhasil mengatasi masalah panggul untuk menghadapi Jerman, Ignazio Abate tidak bermain karena ia tidak dapat berlatih jelang pertandingan karena kelelahan otot pada babak perempat final.

- Cassano yang diperkirakan akan melewatkan sisa musim setelah menjalani operasi jantung pada 04/11 ternyata dapat kembali bermain pada awal April.
Enam pertemuan terakhir Spanyol vs Italia

10-06-2012 Piala Eropa Spanyol 1-1 Italia
10-08-2011 Uji Coba Italia 2-1 Spanyol
22-06-2008 Piala Eropa Spanyol 0-0 Italia (adu penalti 4-2)
26-03-2008 Uji Coba Spanyol 1-0 Italia
28-04-2004 Uji Coba Italia 1-1 Spanyol
29-03-2000 Uji Coba Spanyol 2-0 Italia

Sumber Artikel : bolanews

Berikut Live Scorenya : 

Fakta-fakta Menarik Spanyol dan Italia

Pertemuan Spanyol lawan Italia di final Piala Eropa 2012, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB bakal mempertemukan talenta-talenta berbakat di lapangan hijau. Dua gaya permainan yang berbeda juga akan menjadi cita rasa tersendiri pertandingan tersebut.

Tidak ada yang menyanggah kualitas permainan tiki-taka milik Spanyol. Sementara di kubu Italia,catenaccio menjadi senjata utama yang membuat lawan-lawannya menderita, selain mereka juga punya gaya menyerang yang mematikan.

Berikut fakta-fakta menarik Spanyol dan Italia:
- Spanyol dan Italia sudah saling bertemu sebanyak 30 pertandingan. Dari laga-laga tersebut, Spanyol memenangi 8 pertandingan dan Italia 10 laga. Sebanyak 12 partai berakhir imbang.
- Spanyol belum sekali pun mengalahkan Italia di ajang kompetitif di bawah naungan FIFA. Pada 1920, Spanyol pernah menang 2-0 atas Italia di pertandingan Olimpiade 1920, Belgia.
- Dalam ajang Piala Dunia atau Piala Eropa, Italia lebih mendominasi dengan tiga kemenangan dan empat seri atas Spanyol. Spanyol sempat menang adu penalti atas Italia di Piala Eropa 2008. Namun, UEFA mencatat hasil imbang di waktu normal.
- Skor terbesar kedua tim terjadi di Olimpiade 1928, Belanda. Kala itu, Italia menang dengan skor telak 7-1 atas Spanyol.
- Pertemuan pertama kedua tim di Piala Eropa 1980 yang berakhir imbang 0-0. Pelatih Spanyol sekarang, Vicente del Bosque, menjadi bagian tim saat itu. Namun, Del Bosque hanya duduk di bangku cadangan melawan Italia.
- Sampai saat ini, Spanyol belum terkalahkan dalam 19 pertandingan kompetitif.
- Kekalahan terakhir Spanyol di Piala Eropa terjadi delapan tahun silam dari Portugal, 0-1.
- Italia terakhir kali kalah di pertandingan kompetitif melawan Slovakia, 2-3 di Piala Dunia 2010.

Sumber | kompas.com

Sabtu, 30 Juni 2012

Road to Final Italia

Tahun yang sangat menakjubkan bagi Italia setelah mereka harus berjuang ekstra keras untuk lolos ke fase simifinal kini tim asuhan Cesare Prandelli ini membuktikan bahwa mereka layak membawa pulang trofi Euro 2012.

Berikut ini kilas balik Italia menuju final.
* Fase penyisihan Grup
1. Spanyol 1-1 Italia
Susunan Pemain:
Spanyol: 1-Casillas; 17-Arbeloa, 3-Pique, 15-Sergio Ramos, 18-Jordi Alba; 8-Xavi, 16-Busquets, 14-Xabi Alonso; 21-Silva, 10-Fabregas, 6-Iniesta.
Cadangan: 12-Victor Valdes, 23-Reina, 2-Raul Albiol, 4-Javi Martinez, 5-Juanfran, 20-Santi Cazorla, 22-Jesus Navas, 7-Pedro Rodriguez, 9-Torres, 11-Negredo, 13-Juan Mata, 19-Llorente.

Italia: 1-Buffon; 19-Bonucci, 16-De Rossi, 3-Chiellini; 2-Maggio, 5-Thiago Motta, 21-Pirlo, 8-Marchisio, 13-Giaccherini; 10-Cassano, 9-Balotelli.
Cadangan: 12-Sirigu, 14-De Sanctis, 4-Ogbonna, 6-Balzaretti, 7-Abate, 15-Barzagli, 18-Montolivo, 22-Diamanti, 23-Nocerino, 11-Di Natale, 17-Borini, 20-Giovinco.

Gol: Di Natale 61'; Fabregas 64'
Stadion: Arena PGE, Gdansk (38.869)
Wasit: Viktor Kassai
Possession: 60%-40%
Shot (on Target): 19 (9)-10 (6)
Corner: 7-2
Kartu Kuning:
Spanyol: Jordi Alba 66'; Arbeloa 84'; Torres 84'
Italia: Balotelli 37' Bouncci 66'; Chiellini 79'; maggio 89'

2. Italia 1-1 Kroasia
Susunan Pemain:
Italia: 1-Buffon; 19-Bonucci, 16-De Rossi, 3-Chiellini; 2-Maggio, 5-Thiago Motta, 21-Pirlo, 8-Marchisio, 13-Giaccherini; 10-Cassano, 9-Balotelli.
Cadangan: 12-Sirigu, 14-De Sanctis, 4-Ogbonna, 6-Balzaretti, 7-Abate, 15-Barzagli, 18-Montolivo, 22-Diamanti, 23-Nocerino, 11-Di Natale, 17-Borini, 20-Giovinco.

Kroasia: Pletikosa; Srna, Corluka, Schildenfeld, Strinic; Rakitic, Vukojevic, Perisic; Modric; Jelavic, Mandzukic.

Gol: Pirlo 39'; Mandzukic 72'
Stadion: Stadion Municipal, Pozan (37.096)
Wasit: Howard Webb
Possession: 52%-48%
Shot (on Target): 15 (7)-10 (8)
Corner: 6-3
Kartu Kuning:
Italia: Thiago Motta 56'; Montolivo 80'
Kroasia: Schildenfeld 86'

3. Italia 2-0 Republik Irlandia
Susunan Pemain:
Italia: 1-Buffon; 7-Abate, 15-Barzagli, 6-Balzaretti, 16-De Rossi, 3-Chiellini, 5-Thiago Motta, 21-Pirlo, 8-Marchisio; 10-Cassano, 11-Di Natale.
Cadangan: 12-Sirigu, 14-De Sanctis, 4-Ogbonna, 19-Bonucci, 2-Maggio, 19-Bonucci, 18-Montolivo, 13-Giaccherini, 22-Diamanti, 23-Nocerino, 9-Balotelli, 17-Borini, 20-Giovinco.

Republik Irlandia: Given; St Ledger, Ward, O'Shea, Dunne; Whelan, McGeady, Andrews, Duff; Doyle, Keane.
Cadangan: Westwood, Forde, Kelly, McShane, O'Dea, Gibson, Hunt, Green, McClean, Walters, Long, Cox.

Gol: Cassano 35'; Balotelli 90'
Stadion: Stadion Municipal, Pozan (38.794)
Wasit: Howard Webb
Possession: 60%-40%
Shot (on Target): 27 (17)-6 (2)
Corner: 12-5
Kartu Kuning:
Italia: Balzaretti 28'; De Rossi 71'; Buffon 73'
Republik Irlandia: Andrews 37'; O'Shea 39'; St Ledger 84'
Kartu Merah:
Italia: -
Republik Irlandia: Andrews 89'

* Perempat Final
Inggris 0-0 Italia -> Adu Penalti 2-4
Susunan Pemain:
Inggris: Hart, Johnson, Cole, Terry, Lescott, Gerrard, Young, Milner, Parker, Rooney, Welbeck.
Cadangan: Green, Butland, Kelly, Baines, Jones, Jagielka, Walcott, Henderson, Downing, Oxlade-Chamberlain, Carroll, Defoe.

Italia: 1-Buffon, 6-Balzaretti, 7-Abate, 15-Barzagli, 19-Bonucci, 8-Marchisio, 16-De Rossi, 18-Montolivo, 21-Pirlo, 9-Balotelli, 10-Cassano.
Cadangan: 12-Sirigu, 14-De Sanctis, 2-Maggio, 3-Chiellini, 4-Ogbonna, 5-Motta, 13-Giaccherini, 22-Diamanti, 23-Nocerino, 11-Di Natale, 17-Borini, 20-Giovinco.

Gol: -
Stadion: Stadion Olympic, Kiev (64.340)
Wasit: Pedro Proenca
Possession: 36%-64%
Shot (on Target): 9 (4)-35 (20)
Corner: 3-7
Kartu Kuning:
Inggris: -
Italia: Barzagli 82'; Maggio 93'

* Semifinal
Jerman 1-2 Italia
Susunan Pemain:
Jerman: 
Neuer, Hummels, Badstuber, Lahm, Boateng, Khedira, Schweinsteiger, Ozil, Kroos, Podolski, Gomez.
Cadangan: Wiese, Zieler, Schmelzer, Howedes, Mertesacker, Gundogan, Schurrle, Muller, Bender, Gotze, Reus, Klose.

Italia: 1-Buffon, 3-Chiellini, 6-Balzaretti, 15-Barzagli, 19-Bonucci, 8-Marchisio, 16-De Rossi, 18-Montolivo, 21-Pirlo, 9-Balotelli, 10-Cassano.
Cadangan: 12-Sirigu, 14-De Sanctis, 4-Ogbonna, 7-Abate, 5-Motta, 13-Giaccherini, 22-Diamanti, 23-Nocerino, 11-Di Natale, 17-Borini, 20-Giovinco.

Gol: Mario Balotelli 20', 36'; Ozil 92'pen
Stadion: Stadion National, Warsawa (55.540)
Wasit: Stephane Lannoy
Possession: 53%-47%
Shot (on Target): 15 (8)-10 (5)
Corner: 14-0
Kartu Kuning:
Jerman: Hummels 94'
Italia: Balotelli 37', Bonucci 61', De Rossi 84', Motta 89'

Sumber  | bola.net