Tampilkan postingan dengan label Spesial Soccer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spesial Soccer. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

7 Negara Penghasil Pemain Top Dunia


boladia - Kelangsungan hidup suatu tim nasional sebuah negara ditentukan oleh baik buruknya sistim pembinaan pemain muda yang mereka miliki. Jika pembinaan tersebut berjalan sehat dan produktif, maka hampir dipastikan negara tersebut akan mendulang sukses di masa depan.

Berikut daftar negara-negara yang konsisten menelurkan pemain-pemain muda yang bertalenta tinggi. Tak sembarang negara dapat masuk dalam daftar ini. Daftar ini dibuat berdasarkan talenta-talenta yang telah dan sedang mereka hasilkan.

Berikut daftar negara-negara tersebut beserta ulasannya. 

7.Brazil 



Ya, Brasil memang gudangnya pemain-pemain muda dengan kualitas yang tak perlu diragukan lagi. Pemain-pemain terbaik dunia acapkali lahir dari negara ini. Saat ini saja, terdapat satu nama yang telah siap untuk menjadi pemain terbaik dunia. Usianya masih sangat muda, namun memiliki skill yang sangat luar biasa. Nama pemain tersebut adalah Neymar.

Selain Neymar, masih terdapat nama-nama dengan kualitas tak kalah hebatnya. Oscar, Danilo dan Lucas Moura adalah pemain-pemain muda yang menjadi incaran banyak klub elit eropa. Di bawah mereka, nama-nama seperti Romulo, Alex Sandro, Casemiro dan Coutinho adalah junior-junior baru yang siap berjuang demi tim Samba.

Tim Samba seperti tak pernah kekurangan talenta-talenta berkualitas tiap tahunnya.

Sekarang tergantung pelatih Mano Menesez, apakah dirinya dapat membentuk satu tim tangguh yang terdiri dari individu-individu luar biasa, atau tidak. Merengkuh trofi Piala Dunia di kampung halaman sendiri semestinya adalah target yang wajib dimenangkan.

6.Spanyol


Salah satu contoh sukses pembinaan pemain muda di Spanyol adalah keberhasilan mereka meraih satu tempat di final Piala Eropa U-19. Saat ini banyak sekali pemain-pemain muda yang berhasil Spanyol orbitkan dalam dunia sepakbola.

Nama-nama seperti Iker Muniain, David de Gea, Thiago Alcantara, Isco Rodrigo, Oriol Romeu, Cristian Tello, Gerard Deulofeu dan Inigo Martinez adalah sebagian kecil dari pemain-pemain bertalenta tinggi hasil didikan Spanyol.

Hasil yang dicapai oleh Spanyol ini sangat mengagumkan, mengingat minimnya dana yang dimiliki oleh klub-klub liga Spanyol.

Dengan gabungan pemain senior yang sekarang menghuni tim La Furia Roja, kesempatan Spanyol untuk sekali lagi menjadi juara dunia cukup terbuka lebar.

5.Jerman


Salah satu negara yang konsisten dalam memunculkan bakat-bakat muda yang berkualitas. Bahkan, beberapa tahun belakangan, Jerman semakin rajin memunculkan pemain-pemain muda dengan kualitas yahud. Saat ini skuad Jerman diperkuat oleh anak-anak muda dengan skill yang oke. Thomas Muller, Toni Kroos, Mats Hummels, Marco Reus hingga Mesut Ozil adalah sederet nama-nama young guns yang menghiasi starting line-up Der Panzer.

Sementara, di bangku cadangan, telah menunggu darah-darah muda yang juga siap untuk unjuk kemampuan di lapangan hijau. Mario Gotze, Lewis Holtby, Julian Draxler, Moritz Leitner dan Patrick Hermann adalah sebagian dari darah-darah muda tersebut.

Jerman telah menuai hasil positif dari sistim pembinaan pemain muda mereka yang ekselen. Mereka mampu merengkuh posisi ketiga di dua edisi terakhir Piala Dunia dan meraih posisi runner-up di Euro 2008. Kegagalan mereka di Euro 2012 yang lalu akan mereka lampiaskan di Piala Dunia yang akan datang.

4.Belanda


Negeri Kincir Angin ini tergolong hebat. Bagaimana tidak, sebagai negara dengan wilayah yang tak terlalu luas, mereka bisa begitu konsisten dalam menelurkan pesepakbola-pesepakbola berbakat dan berkualitas bagi timnasnya. Liga Belanda pun memang tak sehebat liga Spanyol maupun Inggris, namun kehandalannya mencetak pemain-pemain berkualitas harus disegani.

Saat pemain-pemain senior macam Robin Van Persie, Wesley Sneijder, Arjen Robben maupun Rafael van der Vaart telah memasuki masa-masa keemasan mereka, sejumlah pemain muda telah siap menjadi pengganti mereka di masa depan. Anda pasti telah mengenal sejumlah nama seperti Luuk de Jong, Georginio Wijnaldum, Jeffrey Bruma, Luc Castaignos dan Jetro Willems. Mereka siap menjadi penghuni anyar skuad Belanda. Nama terakhir bahkan telah tampil bersama para pemain senor di ajang Euro 2012.

Siapapun pelatih baru Belanda nantinya, ia akan cukup beruntung. Ia tak akan kesulitan dalam menemukan pemain-pemain baru guna memperkuat tim Belanda.

3.Perancis


Negara ini konsisten dalam menelurkan bakat-bakat baru berkualitas bagi timnasnya. Saat ini, siapa tak kenal Karim Benzema, Yann M'Vila, Hugo Lloris dan Samir Nasri? Untuk umur, saat ini saja, rata-rata usia pemain Prancis adalah 24 tahun.

Di belakang mereka, pemain-pemain yang lebih muda telah mengantri untuk dapat membela Les Bleus. Pemain-pemain muda tersebut antara lain Raphael Varane, Serge Aurier, Willy Boly, Francis Coquelin dan M'baye Niang. Mereka adalah buah dari pengelolaan kompetisi yang bagus di liga Prancis.

Jika anda belum terlalu mengenal pemain-pemain tersebut, jangan khawatir, karena tak lama lagi anda akan sering mendengar nama-nama mereka menghiasi berbagai berita olahraga. Dengan skill dan potensi yang mereka miliki, mereka akan dapat menggapai sukses tak lama lagi.

Sementara itu, ada satu hal yang dapat menghambat mereka berprestasi bersama tim Ayam Jantan yaitu suasana dalam tim. Timnas saat ini tengah limbung menyusul kegagalan mereka di Euro 2012 yang lalu. Laurent Blanc pun terpaksa mundur dari jabatannya sebagai pelatih. Seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi karena Blanc telah berhasil menyatukan tim yang terpecah belah di era kepelatihan Raymond Domenech. Tim pun mampu tampil lebih solid.

Sekarang, nasib Prancis ada di tangan pelatih baru, Didier Deschamps. Mantan gelandang Juventus ini diharapkan mampu membawa suasana baru dalam tim Les Bleus, dan membawa Prancis berjaya di Piala Dunia 2014 mendatang.





2.Inggris


Negara ini memang sempat mengalami masa-masa 'paceklik' talenta-talenta muda berkualitas. Beberapa tahun belakangan, sangat susah untuk menemukan pelapis para pemain-pemain senior Inggris. Namun, sekarang semuanya telah berubah. Berkat hujan kritik dari berbagai pihak dan regulasi yang mengatur hak-hak pemain muda, Inggris mulai dapat menelurkan talenta-talenta muda berkualitas untuk timnas mereka kelak.

Sekarang, nama-nama seperti Jack Wilshere, Phil Jones, Jack Rodwell, Steven Caulker dan Jonjo Shelvey telah muncul. Dua atau tiga tahun lagi mereka akan menghiasi skuad The Three Lions. Mereka akan menyusul rekan-rekan mereka yang telah terlebih dahulu berjuang di level senior seperti Danny Welbeck dan Alex Oxlade Chamberlain.

Namun, sayangnya, diantara nama-nama tersebut, belum ada pemain yang benar-benar akan menjadi pemain dengan level superstar atau menjadi pemain kunci, seperti Xavi Hernandez, Andrea Pirlo, atau Mesut Ozil. Pemain-pemain kunci itulah yang nantinya akan membawa timnas Inggris menjadi salah satu timnas terbaik yang ada di Eropa.

Untuk saat ini, Inggris tak akan kekurangan pemain pelapis, setidaknya hingga piala eropa yang akan datang. Dan semoga saja, dalam perjalanannya, tim Inggris akan menemukan pemain kunci yang mereka idam-idamkan sejak dahulu.

1.Argentina


Tak seperti di masa lalu, Argentina saat ini sepertinya sedang mengalami kemerosotan dalam menghasilkan pemain-pemain muda berbakat. Setelah kemunculan Lionel Messi, Sergio Aguero, Javier Pastore maupun Gonzalo Higuain, belum ada lagi bakat-bakat baru yang menonjol dari ranah Argentina.

Beberapa pemain baru memang muncul, seperti Ezequiel Munoz dan Matteo Musacchio. Keduanya sama-sama berusia 21 tahun. Namun keduanya bukan pemain berkategori bintang besar. Terdapat satu nama yang cukup menyita perhatian media, terutama dari Italia, yaitu Erik Lamela yang membela AS Roma.

Selain tiga nama tersebut, masih terdapat beberapa nama dengan talenta yang cukup menjanjikan, diantaranya Manuel Lanzini, Juan Iturbe, Lucas Ocampos dan Leonel Galeano. Saat ini mereka memang masih terlalu muda untuk dapat memperkuat timnas Argentina, namun dua atau tiga tahun lagi mereka diprediksi akan dapat bermain bersama Leo Messi dkk.

Minimnya talenta-talenta muda berkualitas yang muncul dari Argentina menyebabkan negara tersebut tak lolos babak kualifikasi Olimpiade London 2012. Jika hal ini terus berlanjut, kesempatan Argentina untuk bersaing di level internasional akan menipis. Mereka bahkan dapat semakin tertinggal dari rival mereka, Brasil. Untuk saat ini, skuad Argentina memang masih cukup kuat. Mereka masih akan mampu berbicara banyak di Piala Dunia 2014 nanti.



sumber artikel
                 @Boladia di Twitter dan Like Boladia di Facebook dan Ikuti Jadwal bola update

Rabu, 11 Juli 2012

Inilah Fakta Seputar El Clasico


Jadwal dan Hasil Sepak Bola


boladia - 1.Barcelona tak pernah menggunakan warna (unsur) putih di bajunya yang merupakan simbol kebesaran Real Madrid.


2.Iker Casillas cs. Merupakan public enemy bagi kota Barcelona melebihi teroris.


3.Pemain Barcelona di larang pindah ke Madrid begitu juga sebaliknya, bagi yang melanggar mereka akan bernasib buruk jika
bertandang ke salah satu tim.


4.Kemenangan di el clasico lebih penting daripada Gelar la liga atapun gelar lainnya.


5. Dulu Jika Madrid datang ke Barca, mereka tidak memiliki suporter seorangpun, begitu juga sebaliknya.


6.Di Madrid maupunBarcelona, hari di gelarnya el-clasico adalah hari libur


7.Ultras(fans garis keras) kedua tim merupakan terbengis di spanyol.


8.tidak ada seleksi baju sejak el-calsico pertama kali di gelar.


9.El-clasico berdampak pada timnas spanyol. Stadion nasional milik spanyol justru mestalla 
di Valencia(padahal Camp Nou dan Santiago Bernabeu lebih besar ketimbang Mestalla)demi kepentingan dan keamanan Timnas.


10.Raul dan Puyol tidak pernah bersalaman meskipun mereka sama- sama pemain spanyol.


11. .Raul Gonzalez menjadi pemain yang paling sering mencetak gol di El Clasico. Total, dia sudah melesakkan 11 gol.


12. Setiap el clasico di nou camp, suporter barcelona menyanyikan lagu kebangsaan catalan lalu dibalas oleh madridista dengan lagu kebangsaan spanyol.


13. Pihak barcelona selalu mengakui jika "catalonia is not spain" dan selalu ingin memisahkan diri dari spanyol.


14. Barcelona dan Real Madrid punya benderakebangsaan sendiri 

Minggu, 08 Juli 2012

Rahasia Spanyol Juara



boladia - Bukan hanya permainan indah nan cantik yang mampu mengantarkan Timnas Spanyol menjadi tim terbaik selama bertahun-tahun, tetapi juga kerendahan hati serta kekompakan mereka ketika berada di luar lapangan.
 
Salah satu punggawa La Furia Roja, Cesc Fabregas mengungkapkan bagaimana seluruh skuad Spanyol saling menghargai satu sama lain. Selain itu, saling percaya di antara para pemain juga terjalin dengan sendiri, terutama ketika tengah berada di lapangan.
 
“Saya rasa, yang paling penting dalam tim Spanyol saat ini adalah kelompok yang ada. Kami semua masih sangat muda, kami sangat bertanggung jawab, kami memiliki karakter, kami memiliki kedisiplinan. Tidak ada satu orang pun yang berusaha menjadi bintang, tidak ada satu orang pun yang datang terlambat saat kami makan siang ataupun melakukan pertemuan,” ungkap Fabregas dalam wawancaranya dengan RCTI, dalam kunjungannya ke Jakarta.
 
“Semua orang berusaha membantu satu sama lain. Ini adalah alasan utama kami dapat bermain dengan baik, karena kami percaya satu sama lain. Saat saya mengoper bola kepada seorang, dia percaya kepada saya, saat dia mengoper bola kepada saya, dia percaya kepada saya,” terangnya.
 
Fabregas juga menghargai bagaimana para pemain yang harus berada di bangku cadangan, bahkan tidak diturunkan selama turnamen berlangsung mampu tetap mendukung rekan-rekan mereka yang tengah berjuang di lapangan.
 
“Bagi pemain yang tidak terlalu banyak bermain, sebenarnya sangat sulit bagi mereka, tapi mereka selalu ada di sana untuk mendukung kami. Semua ini membuat kami bukan hanya sekadar sebuah tim, tapi lebih dari itu, kami adalah teman, kami adalah keluarga,” bebernya.
 
“Kami pergi liburan bersama, kami melakukan berbagai hal bersama-sama. Saya rasa persahabatan ini sangat membantu untuk tampil lebih baik,” pungkas pemain Barcelona ini.

Sumber | okezone

Minggu, 01 Juli 2012

Spanyol Kampiun 2012, Sampai Jumpa di Perancis 2016


Drama putaran final Euro 2012 selesai sudah dengan memanggungkan Italia kontra Spanyol, dinihari tadi. Beragam kisah, suka cita, sedih, persahabatan dan penghormatan, menjadi bagian yang tak mungkin terlupakan bagi siapapun. Tidak hanya yang datang langsung ke negara Eropa Tengah tersebut, melainkan juga penggia bola sejagad raya.
Selepas hari berganti, Senin (2/7/2012) waktu Ukraina, semua pecinta si kulit bundar berharap suguhan spektakuler akan kembali tersaji empat tahun ke depan. Yup, panitia penyelenggara France 2016 harus bekerja lebih keras agar tontonan lebih menarik bisa tersaji.
Pihak Perancis 2016 sendiri optimis, penyelenggaraan di negeri mode tersebut bakal menghadirkan sensasi lain. Tidak hanya dari sisi negara yang terkenal dengan kecantikan geografis, melainkan juga atraksi para jagoan lapangan hijau. Para penonton akan disuguhi pola baru yang tergolong revolusionerl, yakni jumlah partisipan yang melonjak menjadi 24 negara di putaran final.
Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) mengubah format pertandingan putaran final Piala Eropa. Keberadaan sistem baru tersebut, secara otomatis semakin banyak pertandingan yang bakal digelar dan waktu pelaksanaan juga semakin lama. Format ini akan menghasilkan total 51-52 laga, dengan lama hari pertandingan, 29-31 hari dari sebelumnya 21 hari.
Nantinya, 24 kontestan putaran final, akan di bagi dalam enam grup dengan masing-masing diisi empat tim. Juara grup, runner-up, dan empat tim peringkat tiga terbaik akan lolos ke babak knock-out. Sistem ini pernah diterapkan di Piala Dunia dari 1986 sampai 1994.
Babak knock out, tidak langsung masuk perempat final seperti sekarang, tapi turun menjadi perdelapan final atau diikuti 16 tim. Setelah itu, kontestan terus mengerucut pada babak perempat final, semifinal, dan final.
"Dengan format baru ini, negara-negara dengan peringkat FIFA lebih rendah, bakal memiliki peluang besar melaju ke putaran final. Ini untuk mewujudkan keinginan kami bahwa Piala Eropa juga milik tim-tim yang selama ini kurang mendapat tempat," kata Presiden UEFA, Michel Platini.
Saat ini, di benua Eropa terdapat 52 negara yang terdaftar sebagai anggota. Mereka akan bersaing mempereputkan 23 tiket putaran final. Sedangkan satu tiket telah dikantongi Perancis sebagai tuan rumah.
Adapun jadwal undian tim-tim penyisihan di babak penyisihan, baru akan digelar setelah berakhirnya kualifikasi Piala Dunia FIFA 2014. Yang pasti, Rusia akan diberi pengurangan enam poin di kualifikasi karena skorsing akibat kekerasan fans di Polandia selama Euro 2012.
UEFA belum mengkonfirmasi format untuk kualifikasi, termasuk jumlah grup kualifikasi. Tapi Sekjen UEFA, Gianni Infantino, pada Maret 2012 lalu meminta UEFA untuk meninjau jumlah peserta yang berubah menjadi 24 tim.
Menurut Infantino, Piala Eropa 2016 bakal tidak ideal, karena akan terasa semakin membosankan disebabkan tim-tim peringkat ketiga tetap diijinkan lolos ke fase knock out. Selain itu, ia mengklaim bakal sulit menghindari kolusi antartim agar keduanya lolos dan mengorbankan tim lain dalam grup.

Sabtu, 30 Juni 2012

Road to Final Italia

Tahun yang sangat menakjubkan bagi Italia setelah mereka harus berjuang ekstra keras untuk lolos ke fase simifinal kini tim asuhan Cesare Prandelli ini membuktikan bahwa mereka layak membawa pulang trofi Euro 2012.

Berikut ini kilas balik Italia menuju final.
* Fase penyisihan Grup
1. Spanyol 1-1 Italia
Susunan Pemain:
Spanyol: 1-Casillas; 17-Arbeloa, 3-Pique, 15-Sergio Ramos, 18-Jordi Alba; 8-Xavi, 16-Busquets, 14-Xabi Alonso; 21-Silva, 10-Fabregas, 6-Iniesta.
Cadangan: 12-Victor Valdes, 23-Reina, 2-Raul Albiol, 4-Javi Martinez, 5-Juanfran, 20-Santi Cazorla, 22-Jesus Navas, 7-Pedro Rodriguez, 9-Torres, 11-Negredo, 13-Juan Mata, 19-Llorente.

Italia: 1-Buffon; 19-Bonucci, 16-De Rossi, 3-Chiellini; 2-Maggio, 5-Thiago Motta, 21-Pirlo, 8-Marchisio, 13-Giaccherini; 10-Cassano, 9-Balotelli.
Cadangan: 12-Sirigu, 14-De Sanctis, 4-Ogbonna, 6-Balzaretti, 7-Abate, 15-Barzagli, 18-Montolivo, 22-Diamanti, 23-Nocerino, 11-Di Natale, 17-Borini, 20-Giovinco.

Gol: Di Natale 61'; Fabregas 64'
Stadion: Arena PGE, Gdansk (38.869)
Wasit: Viktor Kassai
Possession: 60%-40%
Shot (on Target): 19 (9)-10 (6)
Corner: 7-2
Kartu Kuning:
Spanyol: Jordi Alba 66'; Arbeloa 84'; Torres 84'
Italia: Balotelli 37' Bouncci 66'; Chiellini 79'; maggio 89'

2. Italia 1-1 Kroasia
Susunan Pemain:
Italia: 1-Buffon; 19-Bonucci, 16-De Rossi, 3-Chiellini; 2-Maggio, 5-Thiago Motta, 21-Pirlo, 8-Marchisio, 13-Giaccherini; 10-Cassano, 9-Balotelli.
Cadangan: 12-Sirigu, 14-De Sanctis, 4-Ogbonna, 6-Balzaretti, 7-Abate, 15-Barzagli, 18-Montolivo, 22-Diamanti, 23-Nocerino, 11-Di Natale, 17-Borini, 20-Giovinco.

Kroasia: Pletikosa; Srna, Corluka, Schildenfeld, Strinic; Rakitic, Vukojevic, Perisic; Modric; Jelavic, Mandzukic.

Gol: Pirlo 39'; Mandzukic 72'
Stadion: Stadion Municipal, Pozan (37.096)
Wasit: Howard Webb
Possession: 52%-48%
Shot (on Target): 15 (7)-10 (8)
Corner: 6-3
Kartu Kuning:
Italia: Thiago Motta 56'; Montolivo 80'
Kroasia: Schildenfeld 86'

3. Italia 2-0 Republik Irlandia
Susunan Pemain:
Italia: 1-Buffon; 7-Abate, 15-Barzagli, 6-Balzaretti, 16-De Rossi, 3-Chiellini, 5-Thiago Motta, 21-Pirlo, 8-Marchisio; 10-Cassano, 11-Di Natale.
Cadangan: 12-Sirigu, 14-De Sanctis, 4-Ogbonna, 19-Bonucci, 2-Maggio, 19-Bonucci, 18-Montolivo, 13-Giaccherini, 22-Diamanti, 23-Nocerino, 9-Balotelli, 17-Borini, 20-Giovinco.

Republik Irlandia: Given; St Ledger, Ward, O'Shea, Dunne; Whelan, McGeady, Andrews, Duff; Doyle, Keane.
Cadangan: Westwood, Forde, Kelly, McShane, O'Dea, Gibson, Hunt, Green, McClean, Walters, Long, Cox.

Gol: Cassano 35'; Balotelli 90'
Stadion: Stadion Municipal, Pozan (38.794)
Wasit: Howard Webb
Possession: 60%-40%
Shot (on Target): 27 (17)-6 (2)
Corner: 12-5
Kartu Kuning:
Italia: Balzaretti 28'; De Rossi 71'; Buffon 73'
Republik Irlandia: Andrews 37'; O'Shea 39'; St Ledger 84'
Kartu Merah:
Italia: -
Republik Irlandia: Andrews 89'

* Perempat Final
Inggris 0-0 Italia -> Adu Penalti 2-4
Susunan Pemain:
Inggris: Hart, Johnson, Cole, Terry, Lescott, Gerrard, Young, Milner, Parker, Rooney, Welbeck.
Cadangan: Green, Butland, Kelly, Baines, Jones, Jagielka, Walcott, Henderson, Downing, Oxlade-Chamberlain, Carroll, Defoe.

Italia: 1-Buffon, 6-Balzaretti, 7-Abate, 15-Barzagli, 19-Bonucci, 8-Marchisio, 16-De Rossi, 18-Montolivo, 21-Pirlo, 9-Balotelli, 10-Cassano.
Cadangan: 12-Sirigu, 14-De Sanctis, 2-Maggio, 3-Chiellini, 4-Ogbonna, 5-Motta, 13-Giaccherini, 22-Diamanti, 23-Nocerino, 11-Di Natale, 17-Borini, 20-Giovinco.

Gol: -
Stadion: Stadion Olympic, Kiev (64.340)
Wasit: Pedro Proenca
Possession: 36%-64%
Shot (on Target): 9 (4)-35 (20)
Corner: 3-7
Kartu Kuning:
Inggris: -
Italia: Barzagli 82'; Maggio 93'

* Semifinal
Jerman 1-2 Italia
Susunan Pemain:
Jerman: 
Neuer, Hummels, Badstuber, Lahm, Boateng, Khedira, Schweinsteiger, Ozil, Kroos, Podolski, Gomez.
Cadangan: Wiese, Zieler, Schmelzer, Howedes, Mertesacker, Gundogan, Schurrle, Muller, Bender, Gotze, Reus, Klose.

Italia: 1-Buffon, 3-Chiellini, 6-Balzaretti, 15-Barzagli, 19-Bonucci, 8-Marchisio, 16-De Rossi, 18-Montolivo, 21-Pirlo, 9-Balotelli, 10-Cassano.
Cadangan: 12-Sirigu, 14-De Sanctis, 4-Ogbonna, 7-Abate, 5-Motta, 13-Giaccherini, 22-Diamanti, 23-Nocerino, 11-Di Natale, 17-Borini, 20-Giovinco.

Gol: Mario Balotelli 20', 36'; Ozil 92'pen
Stadion: Stadion National, Warsawa (55.540)
Wasit: Stephane Lannoy
Possession: 53%-47%
Shot (on Target): 15 (8)-10 (5)
Corner: 14-0
Kartu Kuning:
Jerman: Hummels 94'
Italia: Balotelli 37', Bonucci 61', De Rossi 84', Motta 89'

Sumber  | bola.net

Road to Final Spanyol

Hari Senin dini hari nanti akan menjadi partai puncak final Euro 2012 yang akan mempertemukan tim satu Grup yaitu Spanyol vs Italia. Sebelum menyaksikan partai final ada baiknya kita mengetahui hasil perjuangan dari La Furia Rojahingga bisa menembus fase final ini.

Berikut rangkuman pertandingan Spanyol selama Euro 2012.
* Fase penyisihan Grup
1. Spanyol 1-1 Italia
Susunan Pemain:
Spanyol: 1-Casillas; 17-Arbeloa, 3-Pique, 15-Sergio Ramos, 18-Jordi Alba; 8-Xavi, 16-Busquets, 14-Xabi Alonso; 21-Silva, 10-Fabregas, 6-Iniesta.
Cadangan: 12-Victor Valdes, 23-Reina, 2-Raul Albiol, 4-Javi Martinez, 5-Juanfran, 20-Santi Cazorla, 22-Jesus Navas, 7-Pedro Rodriguez, 9-Torres, 11-Negredo, 13-Juan Mata, 19-Llorente.

Italia: 1-Buffon; 19-Bonucci, 16-De Rossi, 3-Chiellini; 2-Maggio, 5-Thiago Motta, 21-Pirlo, 8-Marchisio, 13-Giaccherini; 10-Cassano, 9-Balotelli.
Cadangan: 12-Sirigu, 14-De Sanctis, 4-Ogbonna, 6-Balzaretti, 7-Abate, 15-Barzagli, 18-Montolivo, 22-Diamanti, 23-Nocerino, 11-Di Natale, 17-Borini, 20-Giovinco.

Gol: Di Natale 61'; Fabregas 64'
Stadion: Arena PGE, Gdansk (38.869)
Wasit: Viktor Kassai
Possession: 60%-40%
Shot (on Target): 19 (9)-10 (6)
Corner: 7-2
Kartu Kuning:
Spanyol: Jordi Alba 66'; Arbeloa 84'; Torres 84'
Italia: Balotelli 37' Bouncci 66'; Chiellini 79'; maggio 89'

2. Spanyol 4-0 Republik Irlandia
Susunan Pemain:
Spanyol: 1-Casillas; 17-Arbeloa, 3-Pique, 15-Sergio Ramos, 18-Jordi Alba; 8-Xavi, 16-Busquets, 14-Xabi Alonso; 21-Silva, 9-Torres, 6-Iniesta.
Cadangan: 12-Victor Valdes, 23-Reina, 2-Raul Albiol, 4-Javi Martinez, 5-Juanfran, 20-Santi Cazorla, 22-Jesus Navas, 7-Pedro Rodriguez, 10-Fabregas, 11-Negredo, 13-Juan Mata, 19-Llorente.

Republik Irlandia: Given; St Ledger, Ward, O'Shea, Dunne; Whelan, McGeady, Andrews, Duff; Keane, Cox.
Cadangan: Westwood, Forde; Kelly, McShane, O'Dea; Gobson, Hunt, Green, McClean; Doyle, Walters, Long.

Gol: Torres 4'; Silva 49'; Torres 70'; Fabregas 83'
Stadion: Arena PGE, Gdansk (39.150)
Wasit: Pedro Proenca
Possession: 66%-34%
Shot (on Target): 26 (20)-4 (2)
Corner: 8-2
Kartu Kuning:
Spanyol: Xabi Alonso 54'; Javi Martinez 76'
Republik Irlandia: Keane 36' Whelan 46' St. ledger 84'

3. Kroasia 0-1 Spanyol
Susunan Pemain:
Kroasia: Pletikosa, Strinic, Corluka, Schildenfeld, Vida, Pranjic, Rakitic, Vukojevic, Modric, Srna, Mandzukic.
Cadangan: Kelava, Subasic, Simunic, Buljat, Vrsaljko, Badelj, Dujmovic, Kranjcar, Perisic, Jelavic, Kalinic, Eduardo.

Spanyol: 1-Casillas; 17-Arbeloa, 3-Pique, 15-Sergio Ramos, 18-Jordi Alba; 8-Xavi, 16-Busquets, 14-Xabi Alonso; 21-Silva, 9-Torres, 6-Iniesta.
Cadangan: 12-Victor Valdes, 23-Reina, 2-Raul Albiol, 4-Javi Martinez, 5-Juanfran, 20-Santi Cazorla, 22-Jesus Navas, 7-Pedro Rodriguez, 10-Fabregas, 11-Negredo, 13-Juan Mata, 19-Llorente.

Gol: Navas 88'
Stadion: Arena PGE, Gdansk (39.076)
Wasit: Wolfgang Stark
Possession: 36%-64%
Shot (on Target): 5 (3)-14 (10)
Corner: 4-11
Kartu Kuning:
Kroasia: Corluka 27'; Srna 44'; Strinic 53'; Mandzukic 90'; Jelavic 90'; Rakitic 93'
Spanyol: -

* Perempat Final
Spanyol 2-0 Prancis
Susunan Pemain:
Spanyol: 1-Casillas; 17-Arbeloa, 3-Pique, 15-Sergio Ramos, 18-Jordi Alba; 8-Xavi, 16-Busquets, 14-Xabi Alonso; 21-Silva, 10-Fabregas, 6-Iniesta.
Cadangan: 12-Victor Valdes, 23-Reina, 2-Raul Albiol, 4-Javi Martinez, 5-Juanfran, 20-Santi Cazorla, 22-Jesus Navas, 7-Pedro Rodriguez, 9-Torres, 11-Negredo, 13-Juan Mata, 19-Llorente.

Prancis: Hugo Lloris; Anthony Reveillere, Adil Rami, Laurent Koscielny, Gael Clichy; Yohan Cabaye, Yann M'Vila, Florent Malouda; Mathieu Debuchy, Karim Benzema, Franck Ribery.

Gol: Xabi Alonso 19', 91'
Stadion: Arena Donbass, Donetsk (47.000)
Wasit: Nicola Rizzoli
Possession: 55%-45%
Shot (on Target): 9 (5)-4 (1)
Corner: 7-3
Kartu Kuning:
Spanyol: Sergio Ramos 31'
Prancis: Yohan Cabaye 42'; Menez 76'

* Semifinal
Portugal 0-0 Spanyol -> Adu Penalti 2-4
Susunan Pemain:
Portugal: Patrício, Alves, Pepe, Coentrao, Pereira, Veloso, Moutinho, Meireles, Nani, Ronaldo, Almeida.
Cadangan: Eduardo, Beto, Costa, Rolando, Lopes, Custódio, Quaresma, Micael, Viana, Oliveira, Varela, Postiga.

Spanyol: 1-Casillas; 17-Arbeloa, 3-Pique, 15-Sergio Ramos, 18-Jordi Alba; 8-Xavi, 16-Busquets, 14-Xabi Alonso; 21-Silva, 11-Negredo, 6-Iniesta.
Cadangan: 12-Victor Valdes, 23-Reina, 2-Raul Albiol, 4-Javi Martinez, 5-Juanfran, 20-Santi Cazorla, 22-Jesus Navas, 7-Pedro Rodriguez, 9-Torres, 10-Fabregas, 13-Juan Mata, 19-Llorente.

Gol: -
Stadion: Arena Donbass, Donetsk (48.000)
Wasit: Nicola Rizzoli
Possession: 43%-57%
Shot (on Target): 10 (2)-11 (5)
Corner: 6-7
Kartu Kuning:
Portugal: Coentrão 46';Pepe 61'; Pereira 64'; Alves 86'; Veloso 93'
Spanyol: Sergio Ramos 40'; Busquets 60'; Arbeloa 84'; Xabi Alonso 113'

Sumber | bola.net