Tampilkan postingan dengan label Dalam Angka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dalam Angka. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

7 Negara Penghasil Pemain Top Dunia


boladia - Kelangsungan hidup suatu tim nasional sebuah negara ditentukan oleh baik buruknya sistim pembinaan pemain muda yang mereka miliki. Jika pembinaan tersebut berjalan sehat dan produktif, maka hampir dipastikan negara tersebut akan mendulang sukses di masa depan.

Berikut daftar negara-negara yang konsisten menelurkan pemain-pemain muda yang bertalenta tinggi. Tak sembarang negara dapat masuk dalam daftar ini. Daftar ini dibuat berdasarkan talenta-talenta yang telah dan sedang mereka hasilkan.

Berikut daftar negara-negara tersebut beserta ulasannya. 

7.Brazil 



Ya, Brasil memang gudangnya pemain-pemain muda dengan kualitas yang tak perlu diragukan lagi. Pemain-pemain terbaik dunia acapkali lahir dari negara ini. Saat ini saja, terdapat satu nama yang telah siap untuk menjadi pemain terbaik dunia. Usianya masih sangat muda, namun memiliki skill yang sangat luar biasa. Nama pemain tersebut adalah Neymar.

Selain Neymar, masih terdapat nama-nama dengan kualitas tak kalah hebatnya. Oscar, Danilo dan Lucas Moura adalah pemain-pemain muda yang menjadi incaran banyak klub elit eropa. Di bawah mereka, nama-nama seperti Romulo, Alex Sandro, Casemiro dan Coutinho adalah junior-junior baru yang siap berjuang demi tim Samba.

Tim Samba seperti tak pernah kekurangan talenta-talenta berkualitas tiap tahunnya.

Sekarang tergantung pelatih Mano Menesez, apakah dirinya dapat membentuk satu tim tangguh yang terdiri dari individu-individu luar biasa, atau tidak. Merengkuh trofi Piala Dunia di kampung halaman sendiri semestinya adalah target yang wajib dimenangkan.

6.Spanyol


Salah satu contoh sukses pembinaan pemain muda di Spanyol adalah keberhasilan mereka meraih satu tempat di final Piala Eropa U-19. Saat ini banyak sekali pemain-pemain muda yang berhasil Spanyol orbitkan dalam dunia sepakbola.

Nama-nama seperti Iker Muniain, David de Gea, Thiago Alcantara, Isco Rodrigo, Oriol Romeu, Cristian Tello, Gerard Deulofeu dan Inigo Martinez adalah sebagian kecil dari pemain-pemain bertalenta tinggi hasil didikan Spanyol.

Hasil yang dicapai oleh Spanyol ini sangat mengagumkan, mengingat minimnya dana yang dimiliki oleh klub-klub liga Spanyol.

Dengan gabungan pemain senior yang sekarang menghuni tim La Furia Roja, kesempatan Spanyol untuk sekali lagi menjadi juara dunia cukup terbuka lebar.

5.Jerman


Salah satu negara yang konsisten dalam memunculkan bakat-bakat muda yang berkualitas. Bahkan, beberapa tahun belakangan, Jerman semakin rajin memunculkan pemain-pemain muda dengan kualitas yahud. Saat ini skuad Jerman diperkuat oleh anak-anak muda dengan skill yang oke. Thomas Muller, Toni Kroos, Mats Hummels, Marco Reus hingga Mesut Ozil adalah sederet nama-nama young guns yang menghiasi starting line-up Der Panzer.

Sementara, di bangku cadangan, telah menunggu darah-darah muda yang juga siap untuk unjuk kemampuan di lapangan hijau. Mario Gotze, Lewis Holtby, Julian Draxler, Moritz Leitner dan Patrick Hermann adalah sebagian dari darah-darah muda tersebut.

Jerman telah menuai hasil positif dari sistim pembinaan pemain muda mereka yang ekselen. Mereka mampu merengkuh posisi ketiga di dua edisi terakhir Piala Dunia dan meraih posisi runner-up di Euro 2008. Kegagalan mereka di Euro 2012 yang lalu akan mereka lampiaskan di Piala Dunia yang akan datang.

4.Belanda


Negeri Kincir Angin ini tergolong hebat. Bagaimana tidak, sebagai negara dengan wilayah yang tak terlalu luas, mereka bisa begitu konsisten dalam menelurkan pesepakbola-pesepakbola berbakat dan berkualitas bagi timnasnya. Liga Belanda pun memang tak sehebat liga Spanyol maupun Inggris, namun kehandalannya mencetak pemain-pemain berkualitas harus disegani.

Saat pemain-pemain senior macam Robin Van Persie, Wesley Sneijder, Arjen Robben maupun Rafael van der Vaart telah memasuki masa-masa keemasan mereka, sejumlah pemain muda telah siap menjadi pengganti mereka di masa depan. Anda pasti telah mengenal sejumlah nama seperti Luuk de Jong, Georginio Wijnaldum, Jeffrey Bruma, Luc Castaignos dan Jetro Willems. Mereka siap menjadi penghuni anyar skuad Belanda. Nama terakhir bahkan telah tampil bersama para pemain senor di ajang Euro 2012.

Siapapun pelatih baru Belanda nantinya, ia akan cukup beruntung. Ia tak akan kesulitan dalam menemukan pemain-pemain baru guna memperkuat tim Belanda.

3.Perancis


Negara ini konsisten dalam menelurkan bakat-bakat baru berkualitas bagi timnasnya. Saat ini, siapa tak kenal Karim Benzema, Yann M'Vila, Hugo Lloris dan Samir Nasri? Untuk umur, saat ini saja, rata-rata usia pemain Prancis adalah 24 tahun.

Di belakang mereka, pemain-pemain yang lebih muda telah mengantri untuk dapat membela Les Bleus. Pemain-pemain muda tersebut antara lain Raphael Varane, Serge Aurier, Willy Boly, Francis Coquelin dan M'baye Niang. Mereka adalah buah dari pengelolaan kompetisi yang bagus di liga Prancis.

Jika anda belum terlalu mengenal pemain-pemain tersebut, jangan khawatir, karena tak lama lagi anda akan sering mendengar nama-nama mereka menghiasi berbagai berita olahraga. Dengan skill dan potensi yang mereka miliki, mereka akan dapat menggapai sukses tak lama lagi.

Sementara itu, ada satu hal yang dapat menghambat mereka berprestasi bersama tim Ayam Jantan yaitu suasana dalam tim. Timnas saat ini tengah limbung menyusul kegagalan mereka di Euro 2012 yang lalu. Laurent Blanc pun terpaksa mundur dari jabatannya sebagai pelatih. Seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi karena Blanc telah berhasil menyatukan tim yang terpecah belah di era kepelatihan Raymond Domenech. Tim pun mampu tampil lebih solid.

Sekarang, nasib Prancis ada di tangan pelatih baru, Didier Deschamps. Mantan gelandang Juventus ini diharapkan mampu membawa suasana baru dalam tim Les Bleus, dan membawa Prancis berjaya di Piala Dunia 2014 mendatang.





2.Inggris


Negara ini memang sempat mengalami masa-masa 'paceklik' talenta-talenta muda berkualitas. Beberapa tahun belakangan, sangat susah untuk menemukan pelapis para pemain-pemain senior Inggris. Namun, sekarang semuanya telah berubah. Berkat hujan kritik dari berbagai pihak dan regulasi yang mengatur hak-hak pemain muda, Inggris mulai dapat menelurkan talenta-talenta muda berkualitas untuk timnas mereka kelak.

Sekarang, nama-nama seperti Jack Wilshere, Phil Jones, Jack Rodwell, Steven Caulker dan Jonjo Shelvey telah muncul. Dua atau tiga tahun lagi mereka akan menghiasi skuad The Three Lions. Mereka akan menyusul rekan-rekan mereka yang telah terlebih dahulu berjuang di level senior seperti Danny Welbeck dan Alex Oxlade Chamberlain.

Namun, sayangnya, diantara nama-nama tersebut, belum ada pemain yang benar-benar akan menjadi pemain dengan level superstar atau menjadi pemain kunci, seperti Xavi Hernandez, Andrea Pirlo, atau Mesut Ozil. Pemain-pemain kunci itulah yang nantinya akan membawa timnas Inggris menjadi salah satu timnas terbaik yang ada di Eropa.

Untuk saat ini, Inggris tak akan kekurangan pemain pelapis, setidaknya hingga piala eropa yang akan datang. Dan semoga saja, dalam perjalanannya, tim Inggris akan menemukan pemain kunci yang mereka idam-idamkan sejak dahulu.

1.Argentina


Tak seperti di masa lalu, Argentina saat ini sepertinya sedang mengalami kemerosotan dalam menghasilkan pemain-pemain muda berbakat. Setelah kemunculan Lionel Messi, Sergio Aguero, Javier Pastore maupun Gonzalo Higuain, belum ada lagi bakat-bakat baru yang menonjol dari ranah Argentina.

Beberapa pemain baru memang muncul, seperti Ezequiel Munoz dan Matteo Musacchio. Keduanya sama-sama berusia 21 tahun. Namun keduanya bukan pemain berkategori bintang besar. Terdapat satu nama yang cukup menyita perhatian media, terutama dari Italia, yaitu Erik Lamela yang membela AS Roma.

Selain tiga nama tersebut, masih terdapat beberapa nama dengan talenta yang cukup menjanjikan, diantaranya Manuel Lanzini, Juan Iturbe, Lucas Ocampos dan Leonel Galeano. Saat ini mereka memang masih terlalu muda untuk dapat memperkuat timnas Argentina, namun dua atau tiga tahun lagi mereka diprediksi akan dapat bermain bersama Leo Messi dkk.

Minimnya talenta-talenta muda berkualitas yang muncul dari Argentina menyebabkan negara tersebut tak lolos babak kualifikasi Olimpiade London 2012. Jika hal ini terus berlanjut, kesempatan Argentina untuk bersaing di level internasional akan menipis. Mereka bahkan dapat semakin tertinggal dari rival mereka, Brasil. Untuk saat ini, skuad Argentina memang masih cukup kuat. Mereka masih akan mampu berbicara banyak di Piala Dunia 2014 nanti.



sumber artikel
                 @Boladia di Twitter dan Like Boladia di Facebook dan Ikuti Jadwal bola update

Sabtu, 14 Juli 2012

3 Alasan Tidak Mendatangkan Van Persie

boladia - Manchester City, Barcelona maupun Juventus mungkin harus mempertimbangkan ulang untuk mendatangkan Robin Van Persie. Lebih banyak ruginya.

Tak bisa dimungkiri, Robin Van Persie menjalani musim yang luar biasa kemarin. Ia menjadi top skorer di Liga Primer Inggris 2011/12 dengan 30 gol.

Dari 30 gol yang dicetaknya di kompetisi domestik, hampir semuanya berkelas. Arsenal pun dinilai sangat beruntung bisa memilikinya, setidaknya di musim lalu.

Ya, Van Persie memutuskan untuk tak lagi loyal bersama Arsenal di musim-musim berikutnya. Ia sudah menolak dengan tegas perpanjangan kontrak. Isyarat untuk hengkang pun dimunculkan.

Tapi, masih menjadi tanda tanya besar di mana ia akan bermain musim depan, apakah tetap di Arsenal hingga masa kontraknya berakhir pada 30 Juni tahun depan, atau pergi bergabung ke klub lain.

Juventus, Manchester City hingga Barcelona kabarnya siap untuk merekrut pemain kelahiran Rotterdam, Belanda, 6 Agustus 28 tahun silam itu.

Namun pertanyaan besarnya, apakah menguntungkan membawa Van Persie bergabung? GOAL.com Indonesia mencoba memberikan analisanya.

Van Persie Terlalu Mahal
Arsenal pastinya tak akan melepas Van Persie dengan harga murah. Banyak pihak yang membujuk Arsenal untuk menjualnya dengan harga, minimal, 25 juta poundsterling.

Arsenal menilai pemain dengan kualitas Van Persie pantas dihargai dengan nilai tersebut. Tapi mungkin dari tim lain berpikir tidak demikian.

Dengan aturan Financial Fair Play bakal segera dijalankan UEFA, membeli Van Persie dengan nilai tersebut, kemudian memberikan gaji, yang pastinya tidak sedikit di setiap minggunya, mungkin akan membuat tim yang mendapatkannya akan kesulitan mengelak dari aturan tersebut.

Untuk hal yang ini, pihak klub memang harus benar-benar mempertimbangkannya.

Van Persie Tak Lagi Muda
Saat ini, Van Persie masih berusia 28 tahun. Tapi saat kompetisi bergulir nanti, usianya sudah bertambah satu. Ya, Van Persie lahir pada 6 Agustus.

Dengan usia yang sudah tak lagi muda, Van Persie mungkin tidak bisa lagi menunjukkan kemampuan terbaiknya seperti musim lalu.

Faktor usia tak bisa dipandang sebelah mata. Tak banyak pemain yang masih bisa menjaga kualitasnya, seperti saat masih di usia awal 20an hingga pertengahan 20.

Belum lagi faktor adaptasi dengan tim baru, yang pastinya akan memakan waktu. Tim mungkin beruntung bila Van Persie bisa langsung nyetel dengan skuatnya, tapi bagaimana bila tidak?

Van Persie Hanya Misi Jangka Pendek, Bukan Jangka Panjang
Hampir semua tim berharap bisa membangun sebuah dinasti. Manchester City adalah salah satu contohnya.

Indikasi itu terlihat dengan diperpanjangnya kontrak pelatih Roberto Mancini untuk lima musim. Mancini akan ditugasi membangun sebuah dinasti kejayaan Manchester City selama lima musim ke depan.

Itu berarti dibutuhkan pemain yang bisa terus diandalkan selama lima musim ke depan, terus berkembang dan meraih segala sesuatunya bersama.

Van Persie tak sesuai dengan karakter tersebut. Untuk jangka pendek, mungkin ia bisa diandalkan, tapi tidak untuk program jangka panjang.

Jadi masih mau mendatangkan Van Persie?
sumber artikel

             @Boladia di Twitter dan Like Boladia di Facebook dan Ikuti Jadwal bola update

Kamis, 07 Juni 2012

Piala Eropa Dalam Angka


Euro 2012 in Numbers
51 Negara ikut serta dalam kualifikasi Piala Eropa 2012, 16 di antaranya ke putaran final.
31  Pertandingan akan terselenggara selama Piala Eropa 2012
6.000 Jumlah relawan yang akan bekerja selama Piala Eropa berlangsung
Tak pernah ada tim yang mampu menjuarai Piala Eropa selama dua kali berturut-turut
10.120.467 Jumlah penonton yang pernah menyaksikan Piala Eropa di stadion (1960-2008)
99.999 Total penonton yang menyaksikan laga Spanyol melawan Uni Soviet pada Piala Eropa 1964. Jumlah itu menjadi yang tertinggi dalam sejarah Piala Eropa.
82 Kota dalam 13 negara pernah menjadi tuan rumah Piala Eropa

Gol
485 Gol telah tercipta selama Piala Eropa berlangsung.
2,7  rata-rata gol per pertandingan
180 Jumlah pertandingan yang sudah terjadi dalam sejarah Piala Eropa.
11 Pertandingan harus diakhiri lewat adu tendangan penalti.
42 Pertandingan  berakhir dengan skor imbang 

Gol Terbanyak Dalam Satu Pertandingan
9: Prancis 4-5 Yugoslavia (1960)
7: Belanda 6-1 Yugoslavia (2000)
7: Yugoslavia 3-4 Spanyol (2000)
Kemenangan Terbesar di Piala Eropa
6-1: Belanda vs Yugoslavia (2000)
5-0: Swedia vs Bulgaria (2004)
5-0: Denmark vs Yugoslavia (1984)
5-0: Prancis vs Belgia (1984)
Gol Tercepat
7 Menit : Giorgos Karagounis (Yunani)
Portugal 1-2 Yunani (2004)
11 menit: Milan Halic (Yugoslavia)
Prancis 4-5 Yugoslavia (1960)
19 Menit: Anton Ondrus (Belanda)
Cheska 3-1 Belanda (1976)
Pemain termuda
18 tahun dan 115 hari : Enzo Scifo - Belgia (vs Yugoslavia, 1984)
Pemain tertua
39 tahun dan 91 hari: Lothar Matthäus – Jerman (vs Portugal, 2000)
Pencetak gol termuda
18 tahun dan 141 hari: Johan Vonlanthen – Swiss (vs Prancis, 2004)
Pencetak gol tertua
34 tahun dan 213 hari: Nene- Portugal (vs Rumania, 1984)

Top Skorer Piala Eropa
9- Michel Platini (Prancis)
7- Alan Shearer (Inggris)
6- Nuno Gomes (Portugal), Thierry henry (Prancis), Patrick Kluivert, Ruud van Nistelrooy (Belanda)
5- Milan Baros (Cheska), Jürgen Klinsmann (Jerman), Savo Milošević (Yugoslavia), Marco van Basten (Belanda), Zinedine Zidane (Prancis)

Gelar
3  Jumlah gelar terbanyak yang diperoleh sebuah tim. Jerman  (1972, 1980, 1996)
Medali yang berhasil didapat Rainer Bonhof (Jerman) selama ikut serta di Piala Eropa. 1972 ( Emas-Juara), 1976 (Perak-runner-up ), 1980 (Emas-Juara) 
3  Jumlah negara yang berhasil menjadi juara saat berstatus sebagai tuan rumah. Spanyol (1964), Italia (1968), Prancis (1984)
Jumlah negara yang pernah menjuarai Piala Eropa

Rabu, 02 Mei 2012

Soal Gaji Pemain, City Dekati Barca dan Madrid



Pembayaran gaji pemain Manchester City melonjak sejak dibeli Sheikh Mansour di tahun 2008. The Citizens kini jadi klub pembayar gaji terbesar di bawah dua klub Spanyol , Barcelona dan Real Madrid.

Sederet pemain bintang nan mahal didatangkan oleh City sejak dibeli oleh Abu Dhabi United Group (ADUG). Akibatnya, City kini sudah menempati peringkat ketiga pembayar gaji terbesar dalam data yang dilansir oleh laman sportingintelligence.com.

Dengan rata-rata gaji pemain sebesar 86.280 poundsterling setiap minggu, mereka harus mengeluarkan uang rata-rata 4,5 juta pounds atau lebih dari Rp 67 miliar per tahun, hanya untuk pos gaji pemain.

Padahal di tahun 2010 City masih menempati peringkat ke-86 pembayar gaji tertinggi, sementara tahun lalu masih berada di posisi ke-11 dengan jumlah 3,34 juta pounds per tahun.

Di daftar ini Barca menduduki peringkat teratas dengan rata-rata 5,3 juta pounds, sementara Madrid nomor dua di angka 4,7 juta poundsterling.

Sejak musim 2011/2012 UEFA memberlakukan peraturan Financial Fair Play terkait masalah keuangan. Jika pengeluaran besar tidak diimbangi dengan pemasukan yang besar juga, sebuah klub bisa saja mendapatkan penalti pembatalan jatah untuk berpartisipasi di kejuaraan antarklub Eropa.

"Ini adalah fungsi dari pertumbuhan yang tak pernah berhenti dalam pemasukan. Begitu juga dengan pengeluaran. Sebuah klub sepakbola di antara klub-klub elit Eropa yang juga tak terhalang oleh pembatasan gaji, dan stabilitas yang relatif dan terkontrol terlihat di liga utama olahraga Amerika," jelas laporan dariSporting Intelligence tersebut.

Daftar klub pembayar gaji pemain tertinggi di dunia:


No.KlubNegaraRata-rata gaji mingguan
(dalam poundsterling)
Rata-rata gaji tahunan
(dalam dolar AS)
1.BarcelonaSpanyol101.1608.680.569
2.Real MadridSpanyol90.8597.796.637
3.Manchester CityInggris86.2807.403.754
4.ChelseaInggris79.1976.795.899
5.AC MilanItalia71.1436.104.769
6.Bayern MunichJerman68.8455.907.652
7.Inter MilanItalia66.4365.700.915
8.Manchester UnitedInggris64.3445.521.423
|sumber|