Monumen Misterius Danau Galilea - Tim penyidik dari Tel Aviv University (TAU), Israel, baru-baru ini menemukan sebuah monumen misterius di dasar Danau Galilea. Tak hanya itu, peneliti juga menemukan struktur situs kuno di lokasi yang sama.
Monumen berbentuk kerucut setinggi 230 meter dengan diameter 39 meter dan berat 60 ribu ton ini diduga sudah berumur 6.000 tahun. Pakar geofisika Shmulik Marco mengatakan, struktur kokoh monumen ini awalnya berdiri di atas lahan kering yang kemudian tenggelam hingga dasar danau.
Ia sendiri terkesan dengan struktur monumen yang terbentuk dari kerikil alluvium yang mungkin dibawa dari lokasi yang cukup jauh khusus untuk pembangunan tersebut. Kemungkinan besar monumen misterius ini dibangun pada awal Zaman Perunggu. Demikian seperti dilansir ScienceDaily, Rabu (12/6/2013).
Saat tim menelaah lebih dalam dengan menggunakan teknologi sonar untuk melakukan survei ke dasar danau, mereka menemukan tumpukan batu-batu besar di tengah cekungan halus. Untuk itu, peneliti juga melakukan perburuan artefak agar mendapatkan petunjuk tentang tujuan pembangunan monumen.
“Dulu disini merupakan lahan kering, tetapi kami memperkirakan letaknya lebih rendah daripada permukaan air yang kita sebut sebagai Laut Galilea kuno. Tapi ini bukan berarti tingkat air meningkat terus menerus dari waktu ke waktu,” ujar Marco.
Danau Galilea merupakan daerah tektonik aktif dan besar, yang kemungkinan struktur dasar danau telah mengalami pergeseran. Sehingga menyebabkan tingkat air bisa mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 15 Juni 2013
Sabtu, 18 Mei 2013
Misteri Telaga Pasir Sarangan
Hay sobat semuanya,,, kali ini Semut Desa akan bercerita tentang salah satu obyek wisata di kabupaten Magetan, yaitu telaga Pasir sarangan.
Telaga Pasir Sarangan adalah telaga yang berada di lereng gunung lawu atau berada di Kabupaten Magetan jawa timur, telaga yang berada pada ketinggian 150 dpl ini mempunyai suhu udara yang sejuk sekaligus dingin ala pegunungan.
Dengan suasana yang asri dan pemandangan alamnya yang indah Telaga Pasir Sarangan dijadikan sebagai obyek wisata di Kabupaten Magetan.
Dari pemandanagn alamnya yang indah dan juga masih asri ternyata e ternyata Telaga Pasir Saranagn mempunyai cerita misteri yang hingga saat ini masih beredar di masayarakat.
Awal kisah dari asal mula Telaga Pasir Sarangan ini, Konon menurut cerita Telaga ini terbentuk secara gaib, pada jaman dahulu ada dua orang yang bernama Kyai Pasir dan nyai Pasir. suatu ketika kyai Pasir hendak pergi ke ladang mencari kayu bakar. Ketika mencari kayu bakar kyai Pasir dikejutkan oleh sesuatu dibawah pohon dan ketika mendekat melihatnya kyai pasir terkejut dan ternyata ada sebuah telur yang besar sebesar telur angka dan seketika ia mengambilnya untuk dibawa kerumah dan memberitahukan kepada nyai Pasir.
Sesampainya dirumah, kyai pasir langsung memberitahukan kepada nyai pasir dan telur itupun di masaknya dan di makan separuh oleh kyai pasi.
Beberapa waktu kemudian kyai pasir melanjutkan untuk pergi keladang, di tengah perjalanan kyai pasir merasakan badan panas dan secara misterius menjadi se ekor naga. kyai pasir pun berteriak, "nyai pasir nyai pasir nyai pasir" suara itupun didengar oleh nyai pasir "dimana kamu kyai pasir". kyai pasir menjawab "jika kamu ingin bertemu diriku, maka makanlah separuh dari telur tersebut" tanpa basa basi nyai pasir pun menuruti kata-kata misterius dari kyai pasir tersebut dan seketika terjadi persis seperti kyai pasir yang merasa panas dan seketika menjadi se ekor naga dan misteris menghilang di sisi telaga bagian timur bersama kyai pasir dan seketika terbentuklah sebuah kubangan yang memancarkan air dan terbentuklah telaga yang bernama Telaga Pasir dan mempunyai pulau kecil di tengahnya.
Cerita misteri masih berlanjut, datang dari pulau kecil di tengah Telaga Pasir. Konon pulau tersebut dijadikan sebagai tempat berdoa dan memohon sesuatu dan bahkan sampai memberikan berupa tumbal untuk apa yang diinginkan dan juga terdapat sebuah makam dari tokoh agama yang bernama Syech Muhdur.
Menurut ekpedisi Sholeh Pati dalam acara Mr tukul jalan-jalan. Pada telaga Sarangan terdapat dua penunggu gaib yang berwujud naga yang diyakininya sebagai perwujudan dari kyai pasir dan nyai pasir.
sedangkan dari pulau kecil tersebut di jaga oleh orang suci yang mempunyai kendaraan se ekor harimau putih dan juga terdapat 3 makam, Makam syech Muhdur, Makam nyai Ramping dan juga makam Joko lelono beliau seorang pengelana agama. Tetapi sosok-sosok dari telaga sarangan tersebut tidak pernah mengganggu dan menampakkan diri.
Dan hingga saat ini pada hari jumat pon bulan ruwah di telaga ini diadakan upacara larung sejaji/larung tumpeng. upacara dilakukan sebagi bentuk syukur kepada sang pencipta atas berkah yang diberikan pada telaga sarangan dan sekitarnya.
Sebelum Tumpeng raksasa di larung di tengah telaga terlebih dahulu di bacakan doa di wilayah punden atau pohon besar yang berada di timur telaga yang diyakini masyarakat sekitar sebagai tempat hilangnya misterius kyai pasir dan nyai pasir.
Hingga saat ini perwujudan naga dari kyai pasir dan nyai pasir dipercayai sebagai penjaga Telaga saranga. dan apa bila ada yang menyebutkan mitos "bagi siapa yang memakai baju hijau akan bahaya untuk ke telaga sarangan" itu adalah tidak benar adanya alias palsu.
Sekian dulu, semoga cerita diatas menambah wawasan kita. bye !!!
Rabu, 14 November 2012
Pegunungan Hantu di Antartika?
Peneliti mengungkap gunung yang terkubur di bawah es Antartika. Wilayah kutub planet itu merupakan pegunungan yang luas dan setara dengan Alpen.Puncak berlekuk itu memiliki tinggi lebih dari 8.000 kaki (2.400 meter). Gunung itu terkubur di bawah es yang padat, dengan tebal lebih dari satu mil ( 1,6 kilometer) jauh di timur Antartika.Keberadaan pegunungan yang disebut Pegunungan Gamburtsev ini mengejutkan para ilmuwan Rusia saat pertama kali menemukan hal tersebut 50 tahun yang lalu.Puncak subglasial yang memiliki panjang hampir 750 mil (sekitar 1.200 kilometer) itu terus menjadi misteri.
Pegunungan Gamburtsev yang dikenal sebagai "pegunungan hantu" mulai terkuak. pegunungan yang tak terlihat dengan kasat amta ini tersembunyi di bawah lapisan es dan salju di tengah hamparan es Antartika.

Sebuah tim mancanegara yang beranggotakan sejumlah insinyur, pilot dan ilmuwan telah bekerja di Kutub Selatan yang memiliki cuaca ekstrim guna mengungkap keberadaan pegunungan hantu itu. Dengan menggunakan radar yang dapat menembus lapisan es setebal empat kilometer ( 4 km ) dan peralatan seismik yang dapat "mencitrakan" puncak-puncak Pegunungan Gamburtsev yang tersembunyi.

Kelompok pertama ilmuwan terbang melintasi wilayah pegunungan tersebut dengan menggunakan pesawat yang dilengkapi dengan radar khusus. Radar pencitraan yang dilengkapi dengan data gravitasi dan data magnetik digunakan untuk membentuk gambar 3D ( tiga dimensi ) dari puncak-puncak Pegunungan Gamburtsev. Tim kedua bekerja di darat, yang bertugas mendengarkan gelombang seismik yang yang terpancar dai puncak-puncak gunung. Data tersebut digunakan untuk menyelidiki struktur lapisan tanah keras di dasar pegunungan.
Hasil pencitraan menunjukkan bahwa Gamburtsev terbentuk oleh jajaran puncak bergerigi yang tingginya sekitar 2.600 meter, yang menunjukkan kemiripan dengan Cascade Range di American Northwest. Para peneliti yakin bahwa puncak-puncak ini memainkan peranan penting dalam membentuk lapisan es di Antartika Timur sekitar 30 juta tahun lalu.
Meskipun kini sudah ada gambaran seperti apa bentuk "pegunungn hantu", pegunungan ini tetap menyimpan misteri. Pegunungan Gamburtsev tampaknya tidak terbentuk oleh aktivitas tektonik maupun proses vulkanik -- dua hal yang umumnya membentuk suatu gugusan pegunungan
Mengungkap Misteri Mumi Frankeistein
Beberapa mumi yang yang ditemukan di lepas pantai Skotlandia adalah gabungan beberapa mayat yang menyerupai Frankenstein, ungkap para peneliti.
Campuran kerangka tersebut mungkin dirancang untuk mengombinasikan beberapa leluhur yang berbeda hingga menjadi satu garis keturunan, ujar arkeolog berspekulasi.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan pada 2001 saat penggalian di bawah pondasi dari sebuah rumah yang diperkirakan berusia 3000 tahun di South Uist, sebuah pulau di Outer Hebrides sebelah barat lepas pantai Skotlandia.
Bangunan tersebut merupakan salah satu dari tiga rumah berbentuk bundar di Cladh Hallan, sebuah desa prasejarah yang diberi nama sama seperti pemakaman modern yang terletak di dekat situ.
Tempat tersebut dulu dihuni pada Era Perunggu dari 2200 SM hingga 800 SM – para ilmuwan menggali tempat tersebut untuk mempelajari lebih dalam era tersebut di Inggris, di mana hingga saat ini hanya sedikit yang diketahui.
Para peneliti menemukan kerangka seorang gadis remaja dan anak berusia tiga tahun di tempat tersebut. Kendati begitu, dua mayat terlihat sangat aneh – pria dan wanita tersebut ditemukan dengan posisi perut yang sangat erat seolah-olah mereka diikat dengan keras dulu, mengingatkan para peneliti tentang “pengikatan mumi” yang dilakukan di Amerika Selatan dan tempat lain di dunia. Mayat tersebut tampaknya dimumikan secara sengaja, bukti pertama proses mumifikasi di zaman kuno selain Mesir.
Kerangka wanita dewasa di Cladh Hallan. Rahang bawah, tulang lengan dan paha berasal dari jasad yang berbeda-beda.
Bukti penggabungan mumi
Bukti mumifikasi ini terletak pada bagaimana semua tulang pada kedua mayat tersebut masih “terhubung” atau di posisi yang sama dengan semasa mereka hidup. Urat daging dan kemungkinan kulit masih melekat satu sama lain ketika mereka dikuburkan.
Usia karbon dari lingkungan di sekitar kerangka tersebut menunjukkan bahwa mayat tersebut dikuburkan 600 tahun setelah mereka meninggal. Untuk mencegah mayat membusuk setelah waktu yang lama tersebut, mereka pasti dengan sengaja diawetkan, tidak seperti bangkai binatang yang dikuburkan di tempat tersebut, dibiarkan membusuk dan terurai.
Perubahan mineral di lapisan luar tulang-tulang menunjukkan bahwa mereka dikuburkan di lingkungan yang bersifat asam, seperti yang ditemukan di rawa gambut. Paparan pada gambut tersebut selama setahun atau lebih akan mmembuat mereka jadi mumi, dengan menghentikan mikroba untuk menguraikan mayat yang pada intinya sama dengan proses penyamakan pada kulit binatang.
Tulisan kuno menyebut bahwa proses pembalseman dilakukan pada zaman prasejarah Eropa, bukan hanya di Mesir. Sebagai contoh, filsuf kuno asal Yunani, Poseidonius, menulis pada sekitar 100 SM, “mengunjungi Gaul dan mencatat bahwa orang kuno Eropa (Celts) membalsemi kepala korban mereka dalam minyak cemara dan menyimpannya di peti,” ujar peneliti Mike Parker-Pearson, seorang arkeolog di University of Sheffield di Inggris.
Anehnya, kerangka mayat pria terdiri dari tulang-tulang tiga orang yang berbeda, yang terdiri dari batang tubuh dan tungkai seorang pria, tengkorak dan leher pria lainnya, dan rahang bawah dari mayat lainnya, kemungkinan seorang wanita.
Para peneliti menyimpulkan bahwa penemuan mayat ini mirip Frankenstein (campuran dari beberapa mayat) dengan menganalisis kerangkanya – contohnya, bukti radang sendi terlihat pada tulang leher, namun tidak pada seluruh tulang belakang, menunjukkan bahwa kerangka tersebut berasal dari mayat lainnya.
Dan juga, rahang bawah giginya masih utuh, sementara rahang atas hampir seluruh giginya sudah tanggal, dan kondisi gigi rahang bawah menunjukkan bahwa gigi-gigi tersebut pernah berinteraksi dengan rangkaian gigi di rahang atasnya, yang tampaknya berasal dari seorang pria lainnya.
Untuk mengetahui apakah kerangka wanita juga merupakan sebuah gabungan, para peneliti menganalisis DNA kuno dari tengkorak, rahang bawah, lengan atas kanan dan tulang paha kanan. Hal tersebut menemukan bahwa rahang bawah, tulang lengan dan tulang paha semuanya berasal dari orang yang berbeda. Data dari tengkorak tidak meyakinkan. (Anehnya, dua gigi depan rahang atasnya dicabut dan ditempatkan di kedua tangannya.)
Gabungan tersebut tampaknya disusun antara 1260 SM dan 1440 SM, sementara gabungan kedua disusun antara 1130 SM dan 1310 SM. “Ada kesamaan, namun kemungkinan secara statistik menunjukkan bahwa mereka disusun pada era yang berbeda,” ujar Parker-Pearson.
Meskipun gabungan bagian tubuh yang mirip Frankenstein mungkin tidak disengaja, “Bukti kedua membuat hal tersebut tampak seperti disengaja,” imbuh Parker-Pearson.
Mumifikasi mulai dilakukan di Inggris pada 1500 SM “pada masa di mana kepemilikan lahan – kebanyakan lebih komunal dan bukan pribadi – ditandai dengan sistem konstruksi lahan berskala besar,” ujar Parker-Pearson kepada LiveScience.
“Hak milik atas lahan bergantung pada klaim leluhur, jadi mungkin dengan “menanam” leluhur mereka merupakan sebuah bentuk yang menyerupai dokumen sah pada zaman prasejarah.”
“Menggabungkan bagian lain dari tubuh leluhur menjadi satu orang dapat menunjukkan penggabungan keluarga dan garis keturunan mereka yang berbeda,” imbuh Parker-Pearson. “Mungkin ini merupakan sebuah awal untuk membentuk kompleks perumahan yang ditinggali oleh banyak keluarga yang berbeda.”
Mumi? Inggris?
Ketika tulang-tulang tersebut ditemukan pertama kali, Parker-Pearson mengakui, “Beberapa arkeolog memang skeptis,” karena mumifikasi di Inggris Era Perunggu jarang diketahui.
Bahkan Parker-Pearson pernah ragu akan penemuan tersebut, sehingga dia enggan mempelajari tulang-tulang tersebut. “Namun sejak itu, kami mengaplikasikan sebuah metode ilmiah, yang mana analisis DNA kuno adalah yang terbaru,” ujarnya.
“Bersama dengan bukti arkeologis dari penggalian, hasil analisis tersebut menemukan bukti tidak terbantahkan tentang mumifikasi dan penggabungan ulang mayat.”
“Saya rasa itu tidak berkaitan sama sekali dengan Mesir kuno atau peradaban lainnya yang jauh,” ujar Parker-Pearson menjelaskan penemuannya. “Mumifikasi cukup mudah dilakukan sendiri, dan secara mengejutkan telah banyak dipakai dalam skala kecil, dalam masyarakat tradisional di seluruh dunia di abad ini.”
Malah, pemikiran bahwa praktik mumifikasi yang dilakukan bangsa Mesir menyebar ke tempat lain sudah tidak dipercaya lebih dari 50 tahun yang lalu.
“Oleh karena itu, hasil tersebut benar-benar mengubah pemikiran kita tentang penanganan mayat yang dilakukan pada zaman prasejarah Inggris,” ujar Parker-Pearson. “Arkeolog lainnya kini dapat mengidentifikasi contoh serupa karena pintu ke arah situ sudah terbuka – yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.”
Sebagai contoh, dua kerangka yang dianggap mumi manusia dari Down Farm di Dorset yang digali oleh Martin Green pada 2009, bahkan terdapat lubang bor di tulang-tulang panjang mereka, menunjukkan bahwa tungkai mereka memang diikat satu sama lain.
Senin, 01 Oktober 2012
(G30S/PKI) Tragedi Kanigoro : Pemicu Kaum Santri Melakukan Pembantaian Massal Kader Dan Simpatisan PKI
ReadNet 88 - Masih
lekat di ingatan Masdoeqi Moeslim peristiwa di Pondok Pesantren
Al-Jauhar di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kediri, pada 13 Januari
1965. Kala itu, jarum jam baru menunjukkan pukul 04.30. Ia dan 127
peserta pelatihan mental Pelajar Islam Indonesia sedang asyik membaca
Al-Quran dan bersiap untuk salat subuh. Tiba-tiba sekitar seribu anggota
PKI membawa berbagai senjata datang menyerbu. Sebagian massa PKI masuk
masjid, mengambil Al-Quran dan memasukkannya ke karung. "Selanjutnya
dilempar ke halaman masjid dan diinjak-injak," kata Masdoeqi saat
ditemui Tempo di rumahnya di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri,
pekan lalu.
Para peserta pelatihan digiring dan dikumpulkan di
depan masjid. "Saya melihat semua panitia diikat dan ditempeli senjata,"
tutur Masdoeqi, yang kala itu masuk kepanitiaan pelatihan.
Dia
menyaksikan massa PKI juga menyerang rumah Kiai Jauhari, pengasuh
Pondok Pesantren Al-Jauhar dan adik ipar pengasuh Pondok Pesantren
Lirboyo, Kiai Makhrus Aly. Ayah Gus Maksum itu diseret dan ditendang ke
luar rumah.
Diorama penyerbuan Pesantren Kanigoro
oleh massa PKI yang dipamerkan di Museum Pengkhianatan G30S/PKI di
Lubang Buaya, Jakarta Timur
Selanjutnya, massa PKI mengikat dan menggiring 98 orang,
termasuk Kiai Jauhari, ke markas kepolisian Kras dan menyerahkannya
kepada polisi. Menurut Masdoeqi, di sepanjang perjalanan, sekelompok
anggota PKI itu mencaci maki dan mengancam akan membunuh. Mereka
mengatakan ingin menuntut balas atas kematian kader PKI di Madiun dan
Jombang yang tewas dibunuh anggota NU sebulan sebelumnya. Akhir 1964,
memang terjadi pembunuhan atas sejumlah kader PKI di Madiun dan Jombang.
"Utang Jombang dan Madiun dibayar di sini saja," ujar Masdoeqi,
menirukan teriakan salah satu anggota PKI yang menggiringnya.
Massa PKI dalam suatu demonstrasi mendukung pembentukan angkatan ke-5 di Jakarta
Kejadian itu dikenal sebagai Tragedi Kanigoro pertama kalinya
PKI melakukan penyerangan besar-besaran di Kediri. Sebelumnya, meski
hubungan kelompok santri dan PKI tegang, tak pernah ada konflik
terbuka.
Meski tak sampai ada korban jiwa, penyerbuan di
Kanigoro menimbulkan trauma sekaligus kemarahan kalangan pesantren dan
anggota Ansor Kediri, yang sebagian besar santri pesantren. Memang kala
itu para santri belum bergerak membalas. Namun, seperti api dalam sekam,
ketegangan antara PKI dan santri makin membara.
Pengasuh
Pondok Pesantren Lirboyo, Kiai Idris Marzuki, mengakui atmosfer
permusuhan antara santri dan PKI telah berlangsung jauh sebelum
pembantaian. "Bila berpapasan, kami saling melotot dan menggertak,"
katanya. Kubu NU dan PKI juga sering unjuk kekuatan dalam setiap
kegiatan publik. Misalnya ketika pawai memperingati Hari Kemerdekaan 17
Agustus, rombongan PKI dan rombongan NU saling ejek bahkan sampai
melibatkan simpatisan kedua kelompok. Kondisi itu semakin diperparah
oleh penyerbuan PKI ke Kanigoro.
Peristiwa di Kanigoro itu pula yang memperkuat tekad kaum pesantren
dan anggota Ansor di Kediri, termasuk Abdul, membantai anggota PKI.
Pembantaian mencapai puncaknya ketika pemerintah mengumumkan bahwa PKI
adalah organisasi terlarang. Abdul dan para anggota Ansor lainnya
semakin yakin bahwa perbuatan mereka benar. "Seperti api yang disiram
bensin, kami semakin mendapat angin untuk memusnahkan PKI," ujarnya.
(Tempo)
Rabu, 19 September 2012
Seorang Kakek Tua Menangkap Gambar Hantu Dengan Kameranya (Foto Eksklusif)
ReadNet 88 - Seorang pensiunan memasang kamera yang dilengkapi dengan teknologi night vision agar bisa melihat satwa liar yang berkeliaran pada malam hari. Namun, yang membuatnya terkejut adalah ternyata yang tampak di kamera adalah seorang wanita tua berjalan-jalan di kebun belakangnya pada 2 Juli 2012 lalu.
Dick Williams (88) mengaku bulu kuduknya merinding saat melihat seorang perempuan misterius berjalan-jalan pada tengah malam di kebun belakang rumahnya. Rekaman yang mengerikan ini diambil pada pukul 10 malam waktu setempat dan tampak seorang wanita tua mengenakan pakaian tidur dan sandal sepatu berjalan di taman belakang rumahnya di Churchstoke, Shropshire, Inggris.



Si penyelinap misterius ini berjalan menjauhi kamera dan akhirnya menghilang dan tak terlihat lagi. "Kami memasang kamera untuk melihat satwa liar seperti luwak atau serigala yang berlalu lalang namun apa yang saya lihat ternyata seorang wanita tua," kata ayah satu anak ini.
"Saya rasa itu bukan hantu dan saya tak percaya dengan kehadiran mereka. Namun, semua orang bisa memutuskan apa sebenarnya ini," katanya. Meski sudah dilaporkan ke polisi setempat dan juga rumah panti jompo, jejak perempuan misterius ini tak ditemukan.
(Daily Mail)
Dick Williams (88) mengaku bulu kuduknya merinding saat melihat seorang perempuan misterius berjalan-jalan pada tengah malam di kebun belakang rumahnya. Rekaman yang mengerikan ini diambil pada pukul 10 malam waktu setempat dan tampak seorang wanita tua mengenakan pakaian tidur dan sandal sepatu berjalan di taman belakang rumahnya di Churchstoke, Shropshire, Inggris.
Penampakan hantu wanita tua yang tertangkap kamera penglihatan malam
Si penyelinap misterius ini berjalan menjauhi kamera dan akhirnya menghilang dan tak terlihat lagi. "Kami memasang kamera untuk melihat satwa liar seperti luwak atau serigala yang berlalu lalang namun apa yang saya lihat ternyata seorang wanita tua," kata ayah satu anak ini.
"Saya rasa itu bukan hantu dan saya tak percaya dengan kehadiran mereka. Namun, semua orang bisa memutuskan apa sebenarnya ini," katanya. Meski sudah dilaporkan ke polisi setempat dan juga rumah panti jompo, jejak perempuan misterius ini tak ditemukan.
(Daily Mail)
Jumat, 14 September 2012
Hii,,Gadis 10 Tahun Ini 'Bangkit' Dari Kubur Usai Diperkosa
ReadNet 88 - Kisah ini sungguh ajaib. Gadis 10 tahun yang diperkosa dan dikubur hidup-hidup oleh sepupunya, 21 tahun, bangkit kembali. Ia keluar dari kuburan yang tak terlalu dalam, lalu kembali ke rumah orang tuanya dan melaporkan kejahatan itu ke pihak berwajib.
Kejadian ini terjadi di desa terpencil di Kota Magpet, Cotabato Utara, Filipina, Rabu, 5 Oktober 2011. Menurut Kepala Kepolisian Magpet Inspektur Polisi Roberto Ocumen, awalnya pelaku yang bekerja sebagai petani mengajakngobrol korban di luar rumah.
Pelaku yang diketahui bernama Dennis Quilaton ternyata memendam birahi terhadap sepupunya itu. Tak lama berbincang, Dennis memukul korban dengan benda keras. Dalam keadaan tak sadar, tubuh mungil itu diseret ke rerumputan dan pelaku pun memperkosanya.
"Pemerkosa lalu menguburnya di tanah yang tidak terlalu dangkal dan menutupi dengan daun pisang," ujar Ocumen dalam incuirer.ner. Tanpa diketahui pelaku yang segera meninggalkan lokasi penguburan, sang gadis ternyata masih sadar. Ia tertatih-tatih merangkak ke permukaan tanah. Pihak kepolisian belum tahu berapa lama bocah perempuan ini bertahan di dalam tanah.
Akhirnya, bocah ini bertemu tetangga yang kemudian mengantarnya kembali ke rumah dan menemui orang tuanya.
Peristiwa seseorang bangkit dari kubur pernah terjadi di Indonesia meski dalam kasus yang berbeda. Warga Desa Bujel, Kediri, Jawa Timur, geger pada Kamis, 21 April 2011 malam. Seorang pria berusia 76 tahun yang dikira sudah meninggal dan dikubur warga, pulang ke rumah. Mat Ikhsan, kakek itu pulang berjalan kaki dengan mengenakan kemeja batik lengan panjang dan celana pendek.
Keluarga dan tetangga Mat Ikhsan yang sedang nongkrong sontak terkejut. Pasalnya, Mat Ikhsan telah dikuburkan satu bulan lalu di pemakaman desa setempat. Sebelumnya, keluarga dan warga meyakini jenazah Ikhsan ditemukan di Lereng Gunung Klotok dengan kondisi mengenaskan.
Polisi bahkan menduga kakek yang berprofesi sebagai pencari pasir itu sebagai korban pembunuhan. "Kami menguburnya jam 19.00 WIB setelah diambil dari rumah sakit," kata Solikin, warga Desa Bujel.
Langganan:
Postingan (Atom)


